Dengan berakhirnya tahun pelajaran 2010-2011 dan dengan akan datangnya tahun pelajaran baru 2011-2012, kami Panitian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) siap menerima Pendaftaran Siswa Baru pada MTs Darul Ulum, dengan ketenutan sebagai berikut :
A.Ketentuan Umum.
1.Memiliki raport SD/MI sampai dengan Kelas VI ( 12 smt )
2.Tercatat sebgai pesertaUASDA / UAM dan UN
3.Berumur antara 12 – 15 tahun pada saat mendaftar.
B.Syarat-syarat Pendaftaran.
Foto copy Ijazah / STTB / SKL yang dilegalisir rangkap 2 lembar. Atau jika Ijazah belum keluar Foto copy rapart (hal-data murid dan hal. Kelas VI semester I + II ), dilegalisir rangkap 2 lembar.
Foto copy Kartu Tanda Peserta UASBN.
Pas Photo hitam-putih 3 x 4 : 4 lembar.
Mengisi formulir pendaftaran yang tersedia (bisa diminta di Panitia PPDB).
Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna Hijau..
C.Waktu dan Tempat Pendaftaran.
Waktu = Tanggal, 20 Juni s/d 02 Juli 2011 pada jam kerja = 07.00-12.00 WIB.
D. Biaya Pendaftaran :GRATIS (PENDAFTARAN,UANG GEDUNG DAN SPP GRATIS )
E. Seleksi Masuk.
Apabila jumlah pendaftar melebihi Pagu dua kelas ( 2 x 40 siswa = 80 siswa), diadakan tes tertulis, jika kurang dari Pagu tanpa tes.
Pengumuman dan Daftar Ulang.
1.Pengumuman Penerimaan = tanggal 04 Juli 2011.
2.Daftar Ulang :
a. Calon siswa harus datang bersama orang tua / wali siswa.
b. Menyerahkan Foto copy Ijazah / STTB / SKHU yang dilegalisir Kepala SD/MI, 2 rangkap.
c. waktu daftar ulang = tanggal 05 juli s/d 09 juli 2011.
3. Bagi calon siswa yang tidak dafar ulang dianggap mengundurkan diri.
G. Ketentuan Khusus.
1. Bagi calon siswa yang diterima harus menanda tangani surat pernyataan sanggup mentaati tata tertib dan ketentuan yang berlaku, mengetahui orang tua / wali siswa.
2. Bagi calon siswa yang diterima harus mengikuti MOS ( Masa Orientasi Siswa ) yang di selenggarakan tanggal, 11 juli s/d 13 juli 2011.
H. Hal-hal yang belum tercamtum pada ketentuan di atas, bisa ditanyakan langsung pada Panitia PSB MTs Darul Ulum Rembang.
Pesan yang Pertama,
Ketika Nabi Khidir hendak berpisah dengan Nabi Musa, dia (Musa) berkata, “Berilah aku wasiat”. Jawab Nabi Khidir :
1. Wahai Musa, jadilah kamu orang yang berguna bagi orang lain. 2. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka. 3. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka. 4. Janganlah kamu keras kepala atau bekerja tanpa tujuan. 5. Apabila kamu mencela seseorang hanya karena kekeliruannya saja, kemudian tangisi dosa-dosamu, wahai Ibnu Imron! (Al Bidayah Wan Nihayah juz I hal. 329 dan Ihya’ Ulumuddin juz IV hal. 56).
1. “Wahai Musa”, jadilah kamu seorang yang berguna bagi orang lain.
Sebaik-baiknya manusia yang berguna bagi orang lain karena keberadaannya sangat dibutuhkan dan andaikata dia pergi, mereka merasa kehilangan sehingga yang akan dijadikan panutan tidak ada, dan sebagai penggantinya yang setaraf pun tidak ada.
2. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka.
Kerukunan dan ketentraman lingkungan didambakan disetiap warga. Dan apabila ada seseorang yang membuat resah masyarakat yang menimbulkan kecemasan mereka, kepergiannya tidak akan dinantikan kedatangannya lagi. Dengan kepergiannya, masyarakat merasa tentram, keberadaannya disetiap yang ditempati selalu dibenci dan bahkan diusir.
3. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka.
Muka cemberut dan kusam menunjukkan wajah atau hati sedih dan kurang senang pada keadaan. Terimalah apa adanya dengan senang hati, jalani saja kehidupan ini dengan ketabahan dan sabar, walaupun pahit dirasa. Kejadian apapun yang kita alami, pasti Allah akan memberikan hikmah dan pelajaran dibaliknya. Dengan demikian kesedihan pun sirna dengan sendirinya, dan wajah kelihatan berseri-seri tampaklah muka ceria.
4. Janganlah kamu keras kepala, atau bekerja tanpa tujuan.
Keras kepala adalah sifat yang harus disingkirkan jauh-jauh, karena bisa mengalahkan sifat-sifat baik lainnya, kalau sifat keras kepala masih mendominasi pada diri yang akibatnya dapat merugikan diri sendiri bekerja pun tak terarah dan sia-sia.
5. Apabila kamu mencela seseorang, hanya karena kekeliruannya saja. Kemudian tangisi dosa-dosamu.
Menyalahkan orang lain atau mencela tidak diperbolehkan oleh Nabi Khidir karena beliau berlandaskan firman Allah dalam surat Al Insyiqaq ayat 19 :
“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kejadiannya)”.
Manusia diciptakan oleh Allah tingkat demi tingkat, salah satunya tingkat pemahaman belum berubah atau berbeda sebab yang dicela tingkat pemahamannya dibawah yang mencela, logislah yang mencela atau menyalahkan tidak dibenarkan. Orang kelas 3 kok disalahkan oleh orang kelas 5. Seharusnya kelas 5 yang mengalah, dan harus tahu bahwa perbuatan itu kurang benar, segeralah mohon ampun kepada Allah dan jangan diulangi lagi.
Pesan ke Dua.
Diriwayatkan bahwa setelah Khidir mau meninggalkan Nabi Musa, dia (Khidir) berpesan kepadanya :
Wahai Musa, pelajarilah ilmu-ilmu kebenaran agar kamu dapat mengerti apa yang belum kamu fahami, tetapi janganlah sampai kamu jadikan ilmu-ilmu hanya sebagai bahan omongan. (Riwayat Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Asakir).
Faham sesuatu ilmu bukan untuk modal berdebat, menonjolkan sesuatu faham yang berseberangan dan faham yang baru selesai dipelajarinya itu adalah yang paling benar sehingga bangga atas golongannya itu dan mengajak adu argument bahwa dialah yang paling benar sendiri, ini tidak dibenarkan sebab berdebat itu tidak diperbolehkan sebagaimana surat Al Baqarah ayat 139 :
“Katakanlah, apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu, bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada Nya kami mengikhlaskan hati”.
Berseberangan faham yang sudah diyakini tidaklah perlu diusik satu sama lain karena masing-masing sudah kokoh dalam keyakinannya hanya saja ajakan orang-orang yang masih ngambang atau yang belum iman.
Pesan ke tiga.
1. Wahai Musa, sesungguhnya orang yang selalu memberi nasehat itu tidak pernah merasa jemu seperti kejemuan orang-orang yang mendengarkan.
Memberi nasehat kepada orang lain janganlah mengharapkan sesuatu imbalan apapun kecuali ridha Allah dan tugas menyampaikan. Tugas menyampaikan dan mensyiarkan agama Allah adalah tugas setiap umat muslim, firman Allah dalam surat Al Hajj ayat 32 mengatakan :
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati”.
Dan kita sendiri jangan merasa bosan-bosan untuk menengarkan para penceramah itu termasuk tholabul ilmi yang diwajibkan pada setiap muslim, walaupun ilmunya banyak.
2. Maka janganlah kamu berlama-lama dalam menasehati kaummu.
Berilah nasehat singkat, padat, berisi dan yang penting tidak membosankan.
3. Dan ketahuilah bahwa hatimu itu ibarat sebuah bejana yang harus kamu rawat dan pelihara dari hal-hal yang bisa memecahkannya.
Iman didalam hati belum tentu sudah kokoh tanpa djaga dan dirawat dan dipelihara karena lapisan luar hati masih dipenuhi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak ke arah perbuatan yang kurang baik. Maka dari itu waspadalah dalam menjaga hati jangan sampai hati terpengaruh dari hasutan syaitan yang cara penyusupan penyerangannya lewat hawa nafsu. Begitu hati sudah terkena pengaruh hawa nafsu pecahlah hati ini. Dan hati-hatilah dalam menjaganya.
4. Kurangilah usaha-usaha duniawimu dan buanglah jauh-jauh dibelakangmu, karena dunia ini bukanlah alam yang akan kamu tempati selamanya.
Dunia yang kita tempati ini tidaklah selamanya kita tempati dan setelah selesai hidup kitapun pindah di alam lain, maka kumpulkan amal kebajikan untuk modal menuai di akhirat nanti. Jangan buang-buang tempo, tanamlah amalmu untuk menggapai kebahagiaan di alam akhirat, apabila tidak ditanami amal kebajikan apa yang diambil disana kita akan rugi di dunia dan di akhirat. Waktu kita di dunia hanya sebentar, tidaklah lama sebagaimana keterangan surat An Naziyat ayat 46 :
“Pada hari mereka melihat hari kebangkitan itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) diwaktu sore atau di pagi hari”.
5. Kamu diciptakan adalah untuk mencari tabungan pahala-pahala akhirat nanti.
Semua makhluk yang bernama manusia beramar ma’ruf nahi munkar. Mengerjakan amal yang baik untuk bekal di akhirat serta mencegah hal yang munkar untuk diri sendiri dan dilanjutkan kepada orang lain yang menjalani hal yang munkar yang dilarang.
6. Bersikap ikhlaslah dan bersabar hati menghadapi kemaksiatan yang dilakukan kaummu.
Sabar dalam menghadapi kemaksiatan dilingkungannya, ini bukan berarti diam tetapi sabar dalam bentuk berusaha mencegah dan menggantikan dengan perbuatan yang baik. Apabila mengalami kesulitan, bersabarlah, mencari solusinya dan jalan keluar yang baik.
7. Hai Musa, tumpahkanlah seluruh pengetahuan (ilmu) mu, karena tempat yang kosong akan terisi oleh ilmu yang lain.
Kewajiban manusia yang berilmu untuk membagi ilmunya kepada orang lain yang membutuhkan, bukan ilmu yang diberikan kepada orang lain itu habis tetapi malah sebaliknya justru bertambah banyak. Apa sebabnya?. Karena, ilmu yang kita berikan kepada orang lain dengan ikhlas dan ridha, Allah pun ridha menambah ilmu Nya kepada orang tersebut.
8. Janganlah kamu banyak mengomongkan ilmumu itu, karena akan dipisahkan oleh kaum ulama’.
Membicarakan ilmu yang sudah dicapai dengan predikat ilmu mukasyafah dengan orang yang diluar kelompoknya yang masih dibawah jauh dari ilmu yang dicapai, maka akan terjadi kurang baik bagi dirinya juga bagi orang lain. Pendapat mengenai hal ini, Imam Al Ghozali mengatakan, Pengetahuan-pengetahuan yang begini yang hanya boleh dikemukakan melalui isyarat, tidak diperkenankan untuk diketahui setiap manusia. Begitulah halnya dengan orang yang berpengetahuan tersebut tersingkap padanya, dia tidak boleh mengungkapkannya kepada orang yang pengetahuan tersebut tidak tersingkap atasnya. (Sufi dari Z.Z. hal. 181).
9. Maka bersikaplah sederhana saja, sebab sederhana itu akan menghalangi aibmu dan akan membukakan taufiq hidayah Allah untukmu.
Menjalani kehidupan dengan kesederhanaan ini berartisudah meninggalkan kehidupan keterikatan dengan keduniawian. Banyak tokoh-tokoh Sufi yang tadinya hidup dalam kemewahan ditinggalkannya untuk hidup dalam kesederhanaan. Dengan hidup sederhana hatinya tidak disibukkan dengan harta. Ibadah kepada Allah lebih tenang dan khusu’, dalam pendekatannya kepada Allah serasa tak mengalami kesulitan.
10. Berantaslah kejahilanmu dengan cara membuang sikap masa bodohmu (ketidak pedulian) yang selama ini menyelimutimu
oleh : KH Muhaimin Zen Ketua Umum Pengurus Pusat Jam'iyyatul Qurra' wal Huffadz (JQH) NU
Ada beberapa pendapat mengenai bilangan rakaat yang dilakukan kaum muslimin pada bulan Ramadhan sebagai berikut:
1. Madzhab Hanafi
Sebagaimana dikatakan Imam Hanafi dalam kitab Fathul Qadir bahwa disunnahkan kaum muslimin berkumpul pada bulan Ramadhan sesudah Isya', lalu mereka shalat bersama imamnya lima Tarawih (istirahat), setiap istirahat duasalam, atau dua istirahat mereka duduk sepanjang istirahat, kemudian mereka witir (ganjil).
Walhasil, bahwa bilangan rakaatnya 20 rakaat selain witir jumlahnya 5 istirahat dan setiap istirahat dua salam dan setiap salam dua rakaat = 2 x 2 x 5 = 20 rakaat.
2. Madzhab Maliki
Dalam kitab Al-Mudawwanah al Kubro, Imam Malik berkata, Amir Mukminin mengutus utusan kepadaku dan dia ingin mengurangi Qiyam Ramadhan yang dilakukan umat di Madinah. Lalu Ibnu Qasim (perawi madzhab Malik) berkata "Tarawih itu 39 rakaat termasuk witir, 36 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir" lalu Imam Malikberkata "Maka saya melarangnya mengurangi dari itu sedikitpun". Aku berkata kepadanya, "inilah yang kudapati orang-orang melakukannya", yaitu perkara lama yang masih dilakukan umat.
Dari kitab Al-muwaththa', dari Muhammad bin Yusuf dari al-Saib bin Yazid bahwa Imam Malik berkata, "Umar bin Khattab memerintahkan Ubay bin Ka'ab dan Tamim al-Dari untuk shalat bersama umat 11 rakaat". Dia berkata "bacaan surahnya panjang-panjang" sehingga kita terpaksa berpegangan tongkat karena lamanya berdiri dan kita baru selesai menjelang fajar menyingsing. Melalui Yazid bin Ruman dia berkata, "Orang-orang melakukan shalat pada masa Umar binal-Khattab di bulan Ramadhan 23 rakaat".
Imam Malik meriwayatkan juga melalui Yazid bin Khasifah dari al-Saib bin Yazid ialah 20 rakaat. Ini dilaksanakan tanpa witir. Juga diriwayatkan dari Imam Malik 46 rakaat 3 witir. Inilah yang masyhur dari Imam Malik.
3. Madzhab as-Syafi'i
Imam Syafi'i menjelaskan dalam kitabnya Al-Umm, "bahwa shalat malam bulan Ramadhan itu, secara sendirian itu lebih aku sukai, dan saya melihat umat di Madinah melaksanakan 39 rakaat, tetapi saya lebih suka 20 rakaat, karena itu diriwayatkan dari Umar bin al-Khattab. Demikian pula umat melakukannya di Makkah dan mereka witir 3 rakaat.
Lalu beliau menjelaskan dalam Syarah al-Manhaj yang menjadi pegangan pengikut Syafi'iyah di Al-Azhar al-Syarif, Kairo Mesir bahwa shalat Tarawih dilakukan 20 rakaat dengan 10 salam dan witir 3 rakaat di setiap malam Ramadhan.
4. Madzhab Hanbali
Imam Hanbali menjelaskan dalam Al-Mughni suatu masalah, ia berkata, "shalat malam Ramadhan itu 20 rakaat, yakni shalat Tarawih", sampai mengatakan, "yang terpilih bagi Abu Abdillah (Ahmad Muhammad bin Hanbal)mengenai Tarawih adalah 20 rakaat".
Menurut Imam Hanbali bahwa Khalifah Umar ra, setelah kaum muslimin dikumpulkan(berjamaah) bersama Ubay bin Ka'ab, dia shalat bersama mereka 20 rakaat. Danal-Hasan bercerita bahwa Umar mengumpulkan kaum muslimin melalui Ubay binKa'ab, lalu dia shalat bersama mereka 20 rakaat dan tidak memanjangkan shalat bersama mereka kecuali pada separo sisanya. Maka 10 hari terakhir Ubay tertinggal lalu shalat di rumahnya maka mereka mengatakan, "Ubay lari",diriwayatkan oleh Abu Dawud dan as-Saib bin Yazid.
Kesimpulan
Dari apa yang kami sebutkan itu kita tahu bahwa para ulama' dalam empat madzhab sepakat bahwa bilangan Tarawih 20 rakaat. Kecuali Imam Malik karena ia mengutamakan bilangan rakaatnya 36 rakaat atau 46 rakaat. Tetapi ini khusus untuk penduduk Madinah. Adapun selain penduduk Madinah, maka ia setuju dengan mereka juga bilangan rakaatnya 20 rakaat.
Para ulama ini beralasan bahwa shahabat melakukan shalat pada masa khalifah Umar bin al-Khattab ra di bulan Ramadhan 20 rakaat atas perintah beliau. Juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang shahih dan lain-lainnya, dan disetujui oleh para shahabat serta terdengar diantara mereka ada yang menolak. Karenanya hal itu menjadi ijma', dan ijma' shahabat itu menjadi hujjah (alasan) yang pasti sebagaimana ditetapkan dalam Ushul al-Fiqh.
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
KH A Nuril Huda Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
Agar puasa Ramadhan dapat dikerjakan dengan sempuma dan mendapatkan pahala dari Allah SWT, maka hendaknya melakukan hal-hal berikut:
1. Mempersiapkan jasmani dan rohani, mental spiritual seperti membersihkan lingkungan, badan, pikiran dan hati dengan memperbanyak permohonan ampun kepada Allah SWT dan minta maaf kepada sesama manusia.
2. Menyambut bulan suci Ramadhan dengan rasa senang dan gembira karena akan meraih kebajikan yang berlipat ganda.
3. Meluruskan niat yang tulus ikhlas, hanya ingin mendapat ridha Allah SWT. Karena setan tidak akan mampu mengganggu orang yang tulus ikhlas dalam ibadah. Sebagaimana firman Allah dalam surat al¬-Hijr ayat 39-40:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di an tara mereka. (QS Al-Hijr: 39-40)
4. Berpuasa dengan penuh sabar untuk melatih fisik dan mental, karena kesabaran itu akan mendapat pahala yang sangat banyak. Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS Az-¬Zumar: 10)
5. Segera berbuka jika waktunya sudah tiba dan, mengakhirkan makan sahur. Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَزَالُ أُمَّتِيْ بِخَيْرٍ مَا أَخَرُّوْا السَّحُوْرَ وَعَجَّلُوْا اْلفِطْرَ
Umatku senantiasa berada dalam kebaikan jika mereka menyegerakan buka dan mengakhirkan sahur. (HR Ahmad).
6. Berdoa waktu berbuka.
Rasulullah SAW selalu berdoa ketika berbuka puasa, dengan membaca doa:
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ
Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk¬Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. (HR. Abu Dawud)
ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ
Hilanglah rasa haus, tenggorakan menjadi basah, semoga pahala ditetapkan, Insya Allah. (HR Abu Dawud)
7. Berbuka dengan kurma, atau air. Rasulullah SAW bersabda:
كَانَ رَسُوْْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْتِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أنْ يُصَلِّيَ فَإنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتُ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاةٍ مِنْ مَاءٍ
Rasulullah SAW berbuka puasa dengan kurma basah sebelum shalat maghrib, jika tidak ada maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada maka berbuka dengan beberapa teguk air. (HR Abu Dawud)
8. Bersedekah sebanyak-banyaknya. Karena sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.
9. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, menghayati dan mengamalkannya, sebagaimana Rasulullah SAW setiap bulan didatangi Malaikat Jibril untuk mengajarkan Al¬Qur'an. Al-Qur'an yang dibaca pada bulan Ramadhan akan memberi syafaat kepada pembacanya kelak di hari kiamat.
10. Meninggalkan kata-kata kotor dan tidak bermanfaat, karena akan menghilangkan pahala puasa. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّهِ حَاجَةٌ فَيْ أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Siapa saja (selagi puasa) tidak meninggalkan kata-kata dusta dan melakukan berbuat tidak bermanfaat, maka tidak ada artinya disisi Allah, walau dia tidak makan atau minum. (HR Bukhari)
11. Tidak bermalas-malasan dalam semua aktivitas dengan alasan berpuasa, karena puasa bukan menghambat aktivitas dan produkvitas justru meningkatkan prestasi.
12. I'tikaf di masjid terutama pada 10 hari akhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW membiasakan I'tikaf pada sepuluh hari terakhir tiap bulan Ramadhan. Dalam sebuah riwayat disebutkan:
أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Nabi SAW selalu I'tikaf pada 10 hari terakhir bula Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau juga beri’tikaf setelahnya. (HR Bukhari)
13. Memperbanyak ibadah, shalat malam dengan mengajak keluarga untuk ibadah malam.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأحْياَ لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ
Apabila memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih giat ibadah, menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya. (HR Bukhari)
14. Bagi yang mampu dianjurkan untuk Umrah dibulan Ramadhan, karena pahala-nya seperti berhaji.
15. Memperbanyak membaca Tasbih, karena sekali tasbih dibulan Ramadhan lebih baik dari seribu tasbih diluar Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
تَسْبِيْحَةٌ فِيْ رَمَضَانَ أَفْضَلُ مِنْ ألْفِ تَسْبِيْحَةٍ فِيْ غَيْرِهِ
Sekali membaca tasbih dibulan Ramadhan lebih baik dari 1000 kali tasbih di luar bulan Ramadhan. (HR Tirmidzi)
Hal-Hal yang Makruh Ketika Puasa
Beberapa hal berikut tidak membatalkan puasa tetapi bisa membatalkan puasa jika tidak berhati-hati, yaitu:
1. Berlebihan dalam berkumur dan menghisap air ke hidung ketika wudhu.
2. Berciuman dengan istri, karena dikhawatirkan membangkitkan syahwat.
3. Mencicipi makanan, karena dikhawatirkan akan tertelan.
4. Berbekam (cantuk), dikhawatirkan membuat badan lemah.
5. Memandang istri dengan syahwat.
6. Menggosok gigi dengan berlebihan, dikhawatirkan akan tertelan.
7. Tidur sepanjang hari.
Hal-Hal yang Boleh Dikerjakan Ketika Puasa
Berikut ini boleh dikerjakan oleh orang yang sedang puasa:
1. Bersiwak
2. Berobat dengan obat yang halal dengan syarat tidak memasukkan sesuatu ke dalam lubang-lubang rongga badan, seperti boleh menggunakan jarum suntik asal tidak memasukkan gizi makanan.
3. Memakai minyak wangi, minyak angin atau balsem.
4. Melakukan perjalan jauh, walaupun akan membatalkan puasanya.
5. Mendinginkan badan dengan air ketika udara sangat panas.
6. Memasukkan oksigen.
7. Memasukkan alat-alat kedokteran tapi bukan tujuan mengenyangkan.
8. Menggauli istri pad a malam hari, berdasarkan firman Allah SWT:
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari , bulan puasa bercampur dengan isteri¬isteri kamu... (QS. Al-Baqarah: 187)
Oleh: H. M. Masykuri Abdurrahman – Sidogiri Pasuruan
Bagian Pertama
BERCUMBU DAN PENGADUAN CINTA
Apakah Karena Ingat Tetangga
Di Negeri Dzi Salam Sana
Engkau Deraikan Air Mata
Bercampur Darah Duka
Ataukah Karena Hembusan Angin Terarah
Lurus Dari Jalan Kadhimah
Dan Kilatan Cahaya Gulita Malam
Dari Kedalaman Jurang Idham
Kenapa Kedua Matamu Tetap Menetaskan Air Mata?
Padahal Engkau Telah Berusaha Membendungnya
Dan Kenapa Hatimu Senantiasa Gundah Gulana
Padahal Engkau Telah Menghiburnya
Apakah Orang Yg Dimabuk Cinta Menyangka
Bahwa Api Cinta Dapat Ditutupi Nyalanya
Di Antara Tetesan Airmata
Dan Hati Yang Terbakar Membara
Andaikan Tak Ada Cinta Yg Menggores Kalbu
Tak Mungkin Engkau Mencucurkan Air Matamu
Meratapi Puing-Puing Kenangan Masa Lalu
Berjaga Mengenang Pohon Ban Dan Gunung Yang Kau Rindu
Bagaimana Kau dapat Mengingkari Cinta
Sedangkan Saksi Adil Telah Menyaksikannya
Berupa Deraian Air Mata
Dan Jatuh Sakit Amat Sengsara
Duka Nestapa Telah Membentuk Dua Garisnya
Isak Tangis Dan Sakit Lemah Tak Berdaya
Bagai Mawar Kuning Dan Merah
Yang Melekat Pada Pipi Dua
Memang Benar Bayangan Orang Yang Kucinta
Selalu Hadir Membangunkan Tidurku Untuk Terjaga
Dan Memang Cinta Sebagai Penghalang Bagi Siempunya
Antara Dirinya Dan Kelezatan Cinta Yang Berakhir Derita
Wahai Pencaci Derita Cinta Udzrahku
Kata Maaf Kusampaikan Padamu
Aku Yakin Andai Kau Rasakan Derita Cinta Ini
Tak Mungkin Engkau Mencaci Maki
Keadaanku Telah Sampai Padamu
Tiada Lagi Rahasiaku Yang Tersimpan Darimu
Dari Orang Yang Suka Mengadu Domba
Dan Derita Cintaku Tiada Kunjung Sirna
Engkau Begitu Ikhlas Memberi Nasehat Diriku
Tetapi Aku Tak Mampu Mendengarkan Saran Itu
Karena Sesungguhnya Orang Yang Dimabuk Cinta
Tuli Dan Tak Menggubris Cacian Pencela
Sungguh Aku Curiga Pada Uban Pemberi Saran
Curiga Pada Saran Yang Disampaikan
Padahal Uban Di Kepala Dalam Memberi Saran
Jauh Dari Hal-Hal Yang Mencurigakan
Bagian Kedua
PERINGATAN TENTANG BAHAYA HAWA NAFSU
Sungguh Nafsu Marahku Pada Nasehat Tak Terima
Karena Berangkat Dari Ketidaktahuannya
Adanya Peringatan Berupa Uban Di Kepala
Dan Ketidakberdayaan Tubuh Akibat Umur Senja
Nafsu Amarahku Tak Mau Bersiap-Siap Diri
Dengan Mengerjakan Amal Baik Yang Bernilai
Untuk Menyambut Kedatangan Tamu Yang Pasti
Tamu Yang Singgah Di Kepala Nan Tiada Malu Lagi
Jikalau Aku Tahu
Bahwa Diriku Tak Dapat Menghormat Tamu
Maka Lebih Baik Kusembunyikan Diriku
Dengan Cara Menyemir Uban Dikepalaku
Siapakah Gerangan?
Sanggup Mengendalikan Nafsuku Dari Kesesatan
Sebagaimana Kuda Liar Yang Terkendalikan
Dengan Tali Kekangan
Jangan Kau Berharap Waktu Sesaat
Dapat Mematahkan Nafsu Dengan Maksiat
Karena Makanan Justeru Bisa Perkuat
Bagi Si Rakus Makanan Lezat
Nafsu Itu Bagai Bayi
Bila Kau Biarkan Akan Tetap Menyusu Tiada Henti
Namun Bila Kau Sapih Itu Bayi
Maka Ia Akan Berhenti Sendiri
Maka Palingkanlah Nafsumu Dari Kesenangan
Takutlah Jangan Sampai Ia Miliki Kekuasaan
Sesungguhnya Nafsu Jikalau Berkuasa
Maka Akan Membunuhmu Dan Membuatmu Cela
Jagalah Hawa Nafsu
Ia Bagai Ternak Dalan Kebaikan
Jika Ia Merasa Nyaman Dalam Kebaikan Itu
Maka Tetap Jaga Dan Jangan Biarkan
Betapa Banyak Kelezatan
Justeru Bagi Seseorang Membawa Kematian
Karena Tiadanya Pengertian
Bahwa Racun Tersimpan Dalam Makanan
Waspadalah Diri
Terhadap Tipu Dayanya Lapar Dan Kenyang
Sebab Sering Terjadi
Rasa Lapar Lebih Daripada Kenyang
Cucurkanlah Airmata
Dari Kelopak Mata Yang Penuh Noda Dosa
Tetap Dan Pelihara
Rasa Sesal Dan Kecewa
Lawanlah Hawa Nafsu Dan Setan Durjana
Durhakalah Pada Keduanya
Jika Mereka Tulus Menasehati
Maka Engkau Harus Mencurigai
Janganlah Engkau Taat Kepada Mereka Berdua
Baik Selaku Musuh Atau Selaku Hakim
Sebab Engkau Sudah Tahu Dengan Nyata
Bagaimana Tipu Dayanya Musuh Dan Hakim
Kumohon Ampun Kepada Allah
Atas Ucapan Yang Tanpa Amaliah
Sungguh Hal Itu Kusamakan
Dengan Orang Mandul Tak Berketurunan
Engkau Ku Perintah Lakukan Kebaikan
Namun Aku Sendiri Tak Mengerjakan
Maka Tiada Berguna Ucapanku Agar Kau Berlaku Lurus
Sedangkan Diriku Sendiri Tak Lurus
Sebelum Mati Aku Tak Cari Perbekalan
Dengan Mengerjakan Ibadah Yang Disunatkan
Aku Tak Pernah Shalat Dan Puasa
Kecuali Ibadah Wajib Saja
Bagian Ketiga
PUJIAN KEPADA NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Kutinggalkan Sunnah Nabi
Nabi Yang Beribadah Saat Gulita Laili
Hingga Telapak Kaki
Sakit Membengkak Merintih
Nabi Yang Karena Lapar
Mengikatkan Batu Pada Pusar
Dan Juga Dengan Batu
Mengganjal Perut Nan Halus Itu
Gunung Emas Yang Mendulang Tinggi
Kendati Menawarkan Diri
Namun Ia Tolak Itu Permintaan
Dengan Bangga Perasaan
Sungguh Menambah Kezuhudan
Butuh Harta Namun Tolak Permintaan
Sesungguhnya Butuh Harta Keduniaan
Tidaklah Merusak Nilai Kesucian
Bagaimana Mungkin Nabi Nan Mulia
Tertarik Kepada Kemilau Dunia
Padahal Tanpa Wujudnya Baginda
Dunia Takkan Pernah Ada
Nabi Muhammad Adalah Gusti
Baik Di Dunia Kini Atau Di Akhirat Nanti
Pemimpin Jin Dan Insani
Bangsa Arab Dan Ajami
Nabi Kita Adalah Penganjur Kebaikan
Dan Pencegah Kemungkaran
Tak Seorangpun Lebih Baik Daripada Ia
Dalam Berkata Tidak Dan Ya
Beliaulah Kasih Kinasih Allah Ta’ala
Yang Diharap Syafa’atnya
Dari Tiap Ketakutan
Dan Bahaya Yang Datang Menakutkan
Beliau Mengajak Kepada Agama Allah Ta’ala
Orang Yang Berpegang Teguh Padanya
Berarti Ia Berpegang Pada Tali
Tali Yang Takkan Putus Secara Pasti
Beliau Mengungguli Para Nabi
Baik Bentuk Tubuh Ataupun Budi
Mereka Takkan Menyamai
Dalam Ilmu Atau Kemulian Nabi
Semua Para Nabi Meminta
Dari Diri Rasul Allah Ta’ala
Seciduk Lautan Ilmunya
Dan Setetes Hujan Kesantunannya
Berdirilah Mereka Anbiya
Disisi Nabi Pada Puncak Mereka
Mengharap Setitik Ilmu
Dan Seharakat Hikmah Beliau
Dialah Nabi Yang Sempurna
Baik Batin Atau Lahirnya
Terpilih Sebagai Kekasih Allah Ta’ala
Pencipta Manusia
Dia Sang Nabi Tersuci Dari Persamaan
Dalam Segala Kebaikan
Inti Kebaikan Pada Diri Nabi
Tak Mungkin Terbagi
Tinggalkan Tuduhan Orang Nasrani
Tuduhan Yang Dilontarkan Kepada Nabi Mereka
Tetapkanlah Untaian Puji Kepada Nabi
Pujian Apapun Yang Engkau Suka
Nisbahkan Kepada Zat Nabi
Segala Kemulian Yang Engkau Kehendaki
Nisbahkan Kepada Martabat Nabi
Segala Keagungan Yang Engkau Kehendaki
Karena Keutamaan Rasul Allah Ta’ala
Tiada Tepi Batasnya
Sehingga Mengurai Mudah Terasa
Bagi Lisan Yang Berkata
Bila Keagungan Mukjizat Baginda
Sama Dengan Ketinggian Derajatnya
Maka Sebutan Namanya
Dapat Hidupkan Orang Yang Hancur Tulangnya
Nabi Tidaklah Menguji Kita
Dengan Apa Yang Tak Terjangkau Akal Manusia
Karena Sangat Cintanya Kita Beroleh Cahaya
Hingga Tiada Ragu Bimbang Pada Apa Yang Ia Bawa
Seluruh Makhluk Tiada Akan Mampu
Memahami Hakikat Nabi
Takkan Melihat Dari Dekat Atau Jauh
Kecuali Lemah Tak Berdaya Berdiam Diri
Ia Bagaikan Matahari Dari Jauh
Tampak Kecil Pada Kedua Mata
Padahal Mata Tiada Kan Mampu
Bila Berdekatan Dengannya
Bagaimana Kaum Ketahui Hakikat Nabi
Semasa Dalam Dunia Ini
Sedangkan Mereka Lega Jumpa Nabi
Walau Dalam Sekilas Mimpi
Puncak Pengetahuan Tentang Nabi
Bahwa Ia Adalah Manusia
Dan Bahwasanya Nabi
Sebaik Baik Makhluk Semuanya
Semua Mukjizat Yang Datang Tiba
Dibawa Para Rasul Mulia
Hanyalah Pancaran Nur Rasul Allah Ta’ala
Nur Yang Melekat Kepada Mereka
Dalam Keutamaan Nabi Bak Sang Surya
Sedang Para Nabi Bintang Gemintangnya
Bintang Pantulkan Sinar Surya Kepada Manusia
Dalam Suasana Gelap Gulita
Alangkah Mulia Pribadi Nabi
Terhias Budi Pekerti
Keindahan Yang Dimiliki
Paras Wajahnya Tampak Berseri
Kehalusannya Bagai Bunga
Kemuliaannya Bagai Purnama
Kedermawanannya Bagai Samudera
Cita-Citanya Bagai Perjalanan Masa
Seakan-Akan Beliau Nabi
Orang Yang Menyendiri
Di Antara Para Pasukan Dan Pelayan Kala Kau Jumpa
Karena Dampak Keagungannya
Bagaikan Mutiara
Yangtersimpan Dalam Kerangnya
Dikeluarkan Dari Dua Tambangnya
Yaitu Ucapan Dan Senyumnya
Tiada Keharuman Melebihi Tanah Buana
Tanah Yang Mengubur Jasadnya
Betapa Bahagia
Orang Yang Mencium Dan Mengecupnya
Bagian Keempat
KELAHIRAN NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Kelahiran Sang Nabi
Menampakkan Kesucian Diri
Alangkah Indah Permulaannya
Juga Indah Penghabisannya
Hari Kelahiran Baginda
Saat Ada Firasat Bangsa Persia
Bahwa Ada Peringatan Kepada Mereka
Datangnya Bencana Dan Siksa
Saat Menjelang Malam Tiba
Istana Kisra Hancur Terbelah
Sebagaimana Kumpulan Sahabat Kisra
Tiada Menyatu Terpecah Belah
Api Sesembahan Padam
Karena Duka Yang Mencekam
Sungai Eufrat Tak Mengalir Muram
Karena Susah Yang Amat Dalam
Penduduk Negeri Sawah Resah Duka
Saat Danaunya Kering Keronta
Pengambil Air Kembali Dengan Tangan Hampa
Kecewa Ketika Terjerat Rasa Dahaga
Seakan Akan Pada Api Nan Membara
Terdapat Cairan Air Karena Duka
Dan Pada Air Nan Sejuk Segar
Terdapat Api Yang Membakar
Para Jin Menjerit Suara
Cahaya Membumbung Ke Angkasa
Kebenaran Tampak Nyata
Dari Makna Maupun Kata
Mereka Buta Dan Tuli Tak Dengar
Hingga Kabar Gembira Tiada Didengar
Begitu Juga Kilatan Peringatan
Sama Sekali Tak Terhiraukan
Para Dukun Mereka
Telah Kabarkan Berita
Bahwa Agama Mereka
Bengkok Tak Bertahan Lama
Setelah Mereka Menyaksikan
Bintang – Bintang Di Ufuk Berjatuhan
Bersamaan Di Bumi Ada Kejadian
Berhala- Berhala Runtuh Bergelimpangan
Hingga Lenyap Syetan Berlari
Dari Pintu Langit Jalan Wahyu Ilahi
Mereka Lari Mengikuti
Syetan Nan Berlari Tak Henti
Seakan – Akan Syetan Yang Berlari Duka
Laksana Prajurit Raja Abrahah
Atau Laksana Kumpulan Tentara
Terlempari Kerikil Tangan Rasulullah
Batu Yang Nabi Lemparkan
Setelah Bertasbih Dalam Genggaman
Bak Terlemparnya Nabi Yunus
Dari Telanan Perut Ikan Paus
Bagian Kelima
MUKJIZAT NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Pepohonan Datang Memenuhi Panggilannya
Dengan Sikap Tunduk Sopan
Berjalan Menghadap Kepadanya
Dengan Batang Tanpa Telapak Terciptakan
Seakan – Akan Itu Pepohonan
Tuliskan Sebuah Lukisan
Lukisan Indah Menawan
Ditulis Dahan Ditengah Jalan
Sebagaimana Gumpalan Awan
Ke Mana Saja Nabi Pergi
Ia Sebagai Payung Perlindungan
Dari Sengatan Panas Mentari Siang Hari
Aku Bersumpah
Demi Penguasa Rembulan Nan Pecah
Sesungguhnya Hati Nabi Nan Terbelah
Bak Bulan Yang Dibelah
Dalam Gua Tsur Nabi Bersembunyi
Abu Bakar Sahabat Yang Menyertai
Semua Mata Kafir Jadi Buta
Tak Dapat Melihat Orang Dua
Nabi Dan Abu Bakar Terpecaya
Keduanya Berada Dalam Gua
Mereka Kafir Berkata
Tak Seorang Pun Dalam Gua
Mereka Menduga
Merpati Takkan Berputar Sekitar Gua
Laba Laba Takkan Bersarang Di Mulut Gua
Jika Sebaik – Baik Makhluk Di Dalamnya
Perlindungan Allah Rabbi
Tiada Butuh Lagi
Pada Baju Berlapis Besi
Dan Benteng Benteng Nan Tinggi
Tak Pernah Roda Masa Menganiaya
Lalu Ku Mohon Bantuan Baginda
Kecuali Ku Dapatkan Pertolongannya
Tanpa Rasa Hina Dina
Tak Pernah Kupinta Dari Nabi
Kekayaan Dunia Dan Akhirat Nanti
Kecuali Ku Dapatkan Pemberian
Dan Sebaik – Baik Orang Yang Dapat Penyerahan
Janganlah Kau Ingkari
Wahyu Yang Didapat Dalam Mimpi
Karena Beliau Memiliki Hati
Tak Pernah Tidur Walau Dua Mata Tertutup Rapi
Demikian Itu Terjadi
Tatkala Beliau Diangkat Menjadi Nabi
Maka Tak Perlu Diingkari
Keadaan Nabi Yang Bermimpi
Allah Maha Suci
Wahyu Tiada Dapat Dicari
Tak Ada Seorang Nabi
Dalam Berita Ghaibnya Dicurigai
Betapa Banyak Orang Sakit Sembuh
Ketika Telapak Tangannya Menyentuh
Dan Menyelamatkan Orang Yang Butuh
Dari Tali Gila Yang Terus Kambuh
Doa Nabi Dapat Hidupkan
Tahun Kering Nan Tiada Hujan
Hingga Bak Titik Putih Di Muka
Dalam Lipatan Hitamnya Masa
Dengan Awan Yang Hujannya Deras
Hingga Kau Duga Jurang Nan Luas
Air Mengalir Dari Samudera
Atau Mengalir Dari Lembah Yang Menganga
Bagian Keenam
KEMULIAAN AL-QURAN AL-KARIM DAN PUJIAN TERHADAPNYA
Biarkan Aku Mengurai
Mukjizat Yang Tampak Pada Nabi
Tampak Bagai Api Jamuan Malam Hari
Di Atas Gunung Menjulang Tinggi
Mutiara Bertambah Indah Anggun
Bila Ia Rapi Tersusun
Nilainya Tak Berkurang Sedikitpun
Walau Tak Tersusun
Maka Apakah Yang Menyampaikan
Angan – Angan Orang Yang Memuji
Pada Akhlak Mulia Nabi Pilihan
Dan Sifat Sifat Terpatri Pada Nabi
Ayat- Ayat Al-Quran
Adalah Dari Tuhan Nan Rahman
Baru Turunnya, Terdahulu Maknanya
Dan Sifat DZat Yang Bersifat Qidam Punya
Ayat – Ayat Al-Quran
Tak Bersamaan Denga Zaman
Dan Ia Pada Kita Telah Kabarkan
Tentang Akhirat, Kaum `Ad Dan Kota Iram
Ayat Ayat Ilahi
Disisi Kita Kekal Abadi
Mengungguli Mukjizat Para Nabi
Mukjizat Yang Datang Tiada Lestari
Sungguh Kokoh Itu Al-Quran
Tak Tinggalkan Keserupaan
Bagi Yang Punya Perselisihan
Dan Tak Usah Cari Hakim Kebenaran
Sama Sekali Al-Quran Takkan Ditentang
Kecuali Akan Kembali Dari Medan Perang
Musuh Yang Sangat Hebat Dan Pasrah
Dalam Keadaan Tunduk Dan Pasrah
Keindahan Sastranya
Menaklukkan Penentangnya
Bagai Pencemburu Membela Keluarganya
Dari Tangan Jahil Yang Menjamahnya
Bagi Al-Quran Berlimpah Banyak Makna
Bertambah Tambah Bak Ombak Samudera
Keindahan Dan Nilainya
Melebihi Mutira Samudera
Keajaiban Ayat Ayat Al-Quran
Tak Bisa Dibatasi Hitungan
Maknanya Nan Banyak Bertebaran
Sama Sekali Tak Membosankan
Sejuklah Mata Pembacanya
Lalu Kukatakan Padanya
Sungguh Anda Telah Beroleh Bahagia
Berpeganglah Selalu Pada Tali Allah Ta`ala
Jika Karena Takut Kau Membacanya
Dari Panas Neraka Ladha
Maka Kau Padamkan Panasnya
Karena Kesejukan Airnya
Al-Quran Laksana Telaga
Dapat Putihkan Wajah
Wajah Para Pendosa
Wajah Nan Hitam Arang Tak Cerah
Al-Quran Tegak Bak Lurusnya Jalan
Laksana Keadilan Timbangan
Keadilan Selain Al-Quran Di Kalangan Manusia
Tiada Yang Langgeng Bertahan Lama
Jangan Heran Pada Pendengki
Yang Berusaha Mengingkari
Pura Pura Bodoh Diri
Padahal Ia Cerdas Dan Memahami
Terkadang Mata Sakit Mengingkari
Pada Sinar Matahari
Segar Air Tekadang Mulut Pungkiri
Karena Sakit Yang Menyilimuti
Bagian Ketujuh
ISRA’ MI’RAJ NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Wahai Sebaik – Baiknya Manusia
Para Pencari Kebaikan Menuju Kediamannya
Dengan Berjalan Kaki
Atau Unta Yang Cepat Berlari
Wahai Nabi Nan Jadi Pertanda Besar
Bagi Pencari I`tibar
Duhai Nabi Nan Sebagai Nikmat Agung
Bagi Orang Yang Ingin Beruntung
Dikala Malam Engkau Berjalan
Dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsha
Bagai Purnama Yang Berjalan
Menembus Malam Gulita
Dan Engkau Terus Meninggi
Hingga Suatu Tempat Engkau Gapai
Yaitu Tempat Sekira – Kira Busur Dua
Tak Bisa Dicapai Dan Diasa
Para Nabi Dan Utusan
Mempersilahkan Anda Di Depan
Laksana Penghormatan Pelayan
Kepada Sang Majikan
Engkau Tembus Langit Tujuh Petala
Bersama Para Rasul Dan Anbiya’
Dalam Kumpulan Malaikat Allah Ta`ala
Engkaulah Menjadi Pemimpinnya
Hingga Tak Satu Puncak Kau Sisai
Bagi Orang Yang Ingin Mendahului
Tempat Dekat Dan Tempat Tinggi
Bagi Pencari Derajat Tinggi
Dibandingkan Dengan Derajatmu
Derajat Jadi Rendah Semua
Karena Dengan Khusus Dipanggil Namamu
Bak Mufrad `Alam Dalam Kekhususannya
Agar Kau Peroleh Hubungan Sempurna
Tertutup Dari Pandangan Mata
Dan Rahasia Nan Tiada Terbuka
Tersimpan Dari Makhluk Tercipta
Kau Kumpulkan Semua Kebanggaan
Keutamaan Nan Tak Terbagi
Kau Lewati Setiap Derajat Ketinggian
Derajat Nan Tak Terdesaki
Sungguh Agung Nilainya
Derajat Yang Kau Dapati
Sungguh Jarang Lagi Langka
Dapatkan Nikmat Yang Engkau Diberi
Kabar Gembira
Wahai Golongan Umat Islam
Bagi Kita Tiang Kokoh Jaya
Takkan Roboh Padam
Tatkala Allah Panggil Nabi Pengajak Kita
Karena Ketaatannya Kepada Allah
Dengan Panggilan Rasul Termulia
Maka Jadilah Kita Umat Yang Paling Mulia
Bagian Kedelapan
PERJUANGAN NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Berita Kenabian
Jadiakan Hati Musuh Gentar Ketakutan
Bak Lolongan Srigala
Takutkan Kambing Nan Lupa
Nabi Tiada Henti Musuh Dilawan
Dalam Setiap Medan Pertempuran
Hingga Daging Mereka Bertumpukan
Laksana Daging Di Tempat Pemotongan
Mereka Ingin Lari
Hampir Saja Mereka Berharap Diri
Anggota Badan Nan Hancur Menjauhi
Terbang Bersama Burung Rakhmah Dan Rajawali
Siang Malam Berlalu
Hitungannya Mereka Tak Tahu
Selagi Siang Malam Tak Berada
Dalam Bulan – Bulan Nan Mulia
Islam Datang Bagai Tamu Undangan
Singgah Di Halaman Sahabat Nabi
Bersama Orang – Orang Jantan
Yang Sangat Ingin Membunuh Musuh Islami
Ia Membawa Lautan Pasukan
Diatas Kuda Yang Berenang Jaya
Membawa Para Pemberani Lagi Jantan
Bagai Debur Ombak Samudera
Setiap Orang Yang Penuhi Panggilan Allah
Dan Mengharap Pahala Di Sisi Allah
Menyerang Akar Kekufuran
Dengan Pedang Pembasmi Memusnahkan
Berkat Kegigihan Para Ksatria
Hingga Jadilah Islam Agama
Setelah Terasing Jauh Dari Pemeluknya
Terjalin Erat Hubungan Keluarga
Islam Terjamin Selamanya
Dari Mereka Dengan Sebaik-Baik Aba
Dan Sebaik-Baik Suami Tercinta
Mereka Takkan Jadi Yatim Dan Janda
Mereka Ksatria Bak Gunung Nan Kokoh Kuat
Maka Tanyakan Lawan Tentang Hebatnya Gempuran
Apa Yang Mereka Lihat
Dalam Setiap Medan Peperangan?
Coba Kau Tanyakan
Hunain, Badar Dan Uhud Sebagai Ajang Peristiwa
Semuanya Tempat Macam Kematian
Terasa Lebih Ganas Dari Wabah Kolera
Pedang Mereka Nan Putih Berkilauan
Kembali Menjadi Merah Padam
Setelah Banyak Memenggal Leher Lawan
Hitam Sehitam Rambut Nan Kelam
Dengan Kayu Khat Sebagai Tombak Senjata
Mereka Tusukkan Pada Para Musuh
Tombak Pena Takkan Tinggalkan Sisa
Daging Terkoyak Dari Tubuh
Para Tentara Nan Tajam Senjatanya
Miliki Tanda Pembeda
Bak Mawar Nan Mempesona
Dengan Pohon Salam Ada Tanda Pembeda
Angin Kemenangan Kirimkan Padamu
Semerbak Keharuman Tentara
Hingga Bunga Di Kelopak Tersangka Olehmu
Tentara Nan Gagah Perkasa
Seakan – Akan Mereka Dipunggung Kuda
Laksana Pepohonan Di Bukit Tinggi
Karena Kuatnya Kemantapan Belaka
Bukan Karena Kuatnya Tali
Hati Para Musuh Goncang Duka
Karena Takut Serangan Dahsyat Para Ksatria
Maka Tak Dapat Bedakan Antara Kumpulan Anak Domba
Dan Sekelompok Pemberani Perkasa
Barangsiapa Meraih Kemenangan
Sebab Rasulullah Nabi Pilihan
Bila Singa Di Rimba Menjumpainya
Maka Akan Diam Tunduk Padanya
Tak Kau Lihat Kekasih Beriman
Kecuali Beroleh Kemenangan
Dan Tak Kau Lihat Musuh Nabi Utusan
Kecuali Mendapat Kekalahan
Nabi Tempatkan Umatnya
Dalam Benteng Agamanya
Bak Singa Tempatkan Anak – Anaknya
Dalam Hutan Belantara
Seringkali Kitab Suci Al-Quran
Jatuhkan Musuh Dalam Perdebatan
Dan Telah Banyak Dalil – Dalil Pasti
Kalahkan Musuh – Musuh Sejati
Cukup Bagimu Sebagai Mukjizat
Ilmu Nabi Nan Ummi Lahir Di Zaman Kebodohan
Dan Cukup Bagimu Sebagai Mukjizat
Adab Nabi Nan Yatim Tanpa Guru Pendidikan
Bagian Kesembilan
TAWASSUL
Kupuja Nabi Dengan Pujian
Kumohon Adanya Pengampunan
Dosa –Dosa Hidup Yang Terlewatkan
Dalam Bersyair Dan Pujian
Keduanya Mengalungi Diriku
Sesuatu Yang Menakutkan Akibatnya
Dengan Dua Perkara Itu Seakan Akan Diriku
Hewan Sembelihan Berupa Unta
Kuturuti Bujuk Rayu Masa Muda
Dalam Bersyair Dan Memuja
Tak Ada Yang Ku Dapatkan
Kecuali Dosa Dan Penyesalan
Alangkah Ruginya Jiwa
Dalam Perdagangannya
Tak Pernah Beli Agama Dengan Dunia
Dan Pernah Menawarnya
Barangsiapa Menjual Akhirat
Dengan Dunia Kebahagian Sesaat
Maka Nyata Baginya Kerugian
Dalam Jual Beli Dan Akad Pesan
Jika Dosa Kulakukan
Janjiku Pada Nabi Tidaklah Terputuskan
Dan Juga Tali Hubungan
Takkan Terputuskan
Sesungguhnya Ku Punya Jaminan
Namaku Muhammad Sesuai Dengan Nabi
Nabi Lebih Sempurnanya Makhluk Ciptaan
Dalam Menepati Janji
Jika Di Akhirat Nabi Tak Ulurkan Tangan
Menolongku Sebagai Fadhal Keutamaan
Maka Sampaikanlah Kata
“Wahai Orang Yang Tergelincir Kakinya”
Maha Suci Allah Ta`ala
Nabi Tak Tolak Pengharap Syafaatnya
Atau Tetangga Tak Kembali Darinya
Tanpa Dihormat Dan Dimulia
Sejak Kucurahkan Segala Pikiran
Untuk Memberikan Aneka Pujian
Maka Untuk Keselamatanku Nabi Kudapatkan
Sebaik Baik Pemberi Jaminan
Pemberian Nabi Takkan Luputkan
Setiap Tangan Yang Membutuhkan
Sesengguhnya Hujan Akan Menghidupi
Bunga – Bunga Di Bukit Tinggi
Aku Tidaklah Mengharapkan
Dunia Yang Penuh Kenikmatan
Seperti Yang Zuhair Petik Dengan Tangannya
Atas Raja Haram Yang Ia Puja
Bagian Kesepuluh
BERMUNAJAT DAN MEMINTA HAJAT
Wahai Makhluk Termulia
Tiada Orang Tempat Perlindungan Beta
Selain Engkau Baginda
Kala Huru Hara Kiamat Melanda Semua Manusia
Wahai Rasul Allah Ta`ala
Keagunganmu Tiada Sempit Karena Beta
Tatkala Dzat Yang Mulia
Bersifat Dengan Nama Dzat Penyiksa
Di Antara Kemurahanmu
Adalah Dunia Dan Akhirat Baqa
Dan Diantara Ilmumu
Adalah Ilmu Lauh Mahfudh Dan Qalam Pena
Wahai Jiwa Janganlah Putus Asa
Karena Dosa Besar Yang Telah Dilakukan
Dalam Ampunan Allah Ta`ala
Dosa Besar Seperti Kecil Dan Ringan
Semoga Rahmat Allah Rabbi
Ketika Dibagi Bagi
Datang Dalam Pembagian
Sesuai Dengan Nilai Kedurhakaan
Ya Allah Jadikanlah Harapanku
Tak Berbeda Dengan Apa Yang Ada Disisi-Mu
Dan Jadikanlah Keyakinanku
Tiada Putus – Putus Kepada-Mu
Ya Allah Kasihanilah Hamba-Mu Ini
Dalam Dunia Dan Akhirat Nanti
Sesungguhnya Ia Punya Kesabaran
Jika Bencana Menimpa Lari Tak Tahan
Ya Allah Curahkan Awan Shalawat-Mu
Abadi Tak Terbatas
Kepada Junjungan Nabi-Mu
Bagai Hujan Mengalir Deras
Selagi Angin Timur Masih Mendoyongkan
Dahan – Dahan Pohon Ban
Dan Selagi Pengembala Unta
Senangkan Unta Dengan Merdu Suara
Kemudian Ridha Allah
Semoga Tetap Tercurah Ruah
Untuk Abu Bakar, Umar, `Ali Dan Utsman
Shahabat –Shahabat Yang Memiliki Kemuliaan
Juga Keluarga Dan Shahabatnya
Kemudian Para Tabi`in Dan Pengikutnya
Mereka Ahli Taqwa Dan Kesucian
Bersifat Penyantun Dan Dermawan
Ya Allah Dengan Berkah Nabi Al-Musthafa
Sampaikan Kami Kepada Segala Cita
Dan Ampunlah Segala Dosa Kami Yang Terlewat Masa
Wahai Dzat Yang Luas Kemurahan-Nya
Ampunilah Wahai Tuhan Beta
Dosa – Dosa Muslim Semua
Berkat Qur-an Yang Mereka Baca
Di Masjidil Haram Dan Aqsha
Dengan Keagungan Nabi
Yang Tinggal Di Tanah Suci
Namanya Menjadi Sumpah
Paling Agungnya Sumpah
Inilah Burdah Al – Mukhtar Sang Nabi
Telah Sampai Pada Penghabisan
Allah Pemilik Segala Puji
Dari Permulaan Sampai Penghabisan
Bait- Bait Qashidah Burdah
Sebanyak Seratus Enam Puluh Buah
Berkat Burdah Lapangkan Segala Duka Cita
Wahai Dzat Yang Maha Luas Kemurahan-Nya
***TamaT***
Footnote
Qashidah Burdah Karya Abu ‘Abdillah Syarafuddin Abi ‘Abdillah Muhammad Bin Khammad Ad-Dalashi As-Shanhja As-Syadzili Al-Bushairi. Burdah Adalah Selendang Hitam Pemberian Rasulullah Kepada Ka’ab bin Zuhairi Sebagai Cendera Mata Atas Sajak Dan Sya’irnya. Ka’ab Bin Zuhairi Pada Mulanya Adalah Kafir Penentang Dakwah Rasulullah, Akhirnya Beliau Masuk Islam Dan Manggubah Sajak Dan Sya’irnya Untuk Rasulullah. Di Antara Sya’irnya Adalah Sebagai Berikut: “Kudengar Kabar, Rasulullah Berjanji Padaku, Dan Ampunan Itu, Sungguh Jadi Tumpuan Harapanku.”
Dzi Salam : Satu Tempat Antara Mekkah Dan Madinah
Khadimah : Nama Suatu Jalan Menuju Mekkah
Idham : Nama Jurang Di Madinah
Udzrah : Suatu Golongan Yang Pemudanya Terkenal Memiliki Cinta Yang Sempurna Dan Sejati, Begitu Juga Pemudinya Termasyhur Menjaga Terhadap Bunga Cinta Yang Telah Didapat.
Zuhair : Seorang Penyair Terkenal Di Zaman Jahiliyah.
Haram : Bin Sanan Adalah Seorang Raja Arab Yang Sangat Pemurah Dan Pernah Memberikan Pemberian Yang Melimpah Luar Biasa Kepada Zuhair. Diantara Syair Pujaan Zuhair Yang Diberikan Kepada Raja Haram Adalah:
Berhentilah Kau Didesa, Yang Tak Terhapus Telapak Kaki Dua, Bahkan Akan Mengubahnya, Hembusan Angin Dan Air Yang Menghujaninya.
Sesungguhnya Si Bakhil Itu Tercela, Dimanapun Berada, Tetapi Si Pemurah Harta, Atas Penyakitnya Lemah Tak Berdaya.
Dialah Si Pemurah Harta, Yang Telah Berikan Barang Miliknya, Dengan Sendirinya Ia Teraniaya, Kadang – Kadang Tersiksa.
Jika Sang Kekasih Mendatanginya, Dihari Makmur Sentosa, Maka Ia Berkata, Hartaku Tak Haram Dan Ada.