1. Wahai Musa, jadilah kamu orang yang berguna bagi orang lain. 2. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka. 3. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka. 4. Janganlah kamu keras kepala atau bekerja tanpa tujuan. 5. Apabila kamu mencela seseorang hanya karena kekeliruannya saja, kemudian tangisi dosa-dosamu, wahai Ibnu Imron! (Al Bidayah Wan Nihayah juz I hal. 329 dan Ihya’ Ulumuddin juz IV hal. 56). 1. “Wahai Musa”, jadilah kamu seorang yang berguna bagi orang lain. Sebaik-baiknya manusia yang berguna bagi orang lain karena keberadaannya sangat dibutuhkan dan andaikata dia pergi, mereka merasa kehilangan sehingga yang akan dijadikan panutan tidak ada, dan sebagai penggantinya yang setaraf pun tidak ada. 2. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka. Kerukunan dan ketentraman lingkungan didambakan disetiap warga. Dan apabila ada seseorang yang membuat resah masyarakat yang menimbulkan kecemasan mereka, kepergiannya tidak akan dinantikan kedatangannya lagi. Dengan kepergiannya, masyarakat merasa tentram, keberadaannya disetiap yang ditempati selalu dibenci dan bahkan diusir. 3. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka. Muka cemberut dan kusam menunjukkan wajah atau hati sedih dan kurang senang pada keadaan. Terimalah apa adanya dengan senang hati, jalani saja kehidupan ini dengan ketabahan dan sabar, walaupun pahit dirasa. Kejadian apapun yang kita alami, pasti Allah akan memberikan hikmah dan pelajaran dibaliknya. Dengan demikian kesedihan pun sirna dengan sendirinya, dan wajah kelihatan berseri-seri tampaklah muka ceria. 4. Janganlah kamu keras kepala, atau bekerja tanpa tujuan. Keras kepala adalah sifat yang harus disingkirkan jauh-jauh, karena bisa mengalahkan sifat-sifat baik lainnya, kalau sifat keras kepala masih mendominasi pada diri yang akibatnya dapat merugikan diri sendiri bekerja pun tak terarah dan sia-sia. 5. Apabila kamu mencela seseorang, hanya karena kekeliruannya saja. Kemudian tangisi dosa-dosamu. Menyalahkan orang lain atau mencela tidak diperbolehkan oleh Nabi Khidir karena beliau berlandaskan firman Allah dalam surat Al Insyiqaq ayat 19 : “Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kejadiannya)”. Manusia diciptakan oleh Allah tingkat demi tingkat, salah satunya tingkat pemahaman belum berubah atau berbeda sebab yang dicela tingkat pemahamannya dibawah yang mencela, logislah yang mencela atau menyalahkan tidak dibenarkan. Orang kelas 3 kok disalahkan oleh orang kelas 5. Seharusnya kelas 5 yang mengalah, dan harus tahu bahwa perbuatan itu kurang benar, segeralah mohon ampun kepada Allah dan jangan diulangi lagi. Pesan ke Dua.Diriwayatkan bahwa setelah Khidir mau meninggalkan Nabi Musa, dia (Khidir) berpesan kepadanya : Wahai Musa, pelajarilah ilmu-ilmu kebenaran agar kamu dapat mengerti apa yang belum kamu fahami, tetapi janganlah sampai kamu jadikan ilmu-ilmu hanya sebagai bahan omongan. (Riwayat Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Asakir). Faham sesuatu ilmu bukan untuk modal berdebat, menonjolkan sesuatu faham yang berseberangan dan faham yang baru selesai dipelajarinya itu adalah yang paling benar sehingga bangga atas golongannya itu dan mengajak adu argument bahwa dialah yang paling benar sendiri, ini tidak dibenarkan sebab berdebat itu tidak diperbolehkan sebagaimana surat Al Baqarah ayat 139 : “Katakanlah, apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu, bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada Nya kami mengikhlaskan hati”. Berseberangan faham yang sudah diyakini tidaklah perlu diusik satu sama lain karena masing-masing sudah kokoh dalam keyakinannya hanya saja ajakan orang-orang yang masih ngambang atau yang belum iman.Pesan ke tiga.1. Wahai Musa, sesungguhnya orang yang selalu memberi nasehat itu tidak pernah merasa jemu seperti kejemuan orang-orang yang mendengarkan. Memberi nasehat kepada orang lain janganlah mengharapkan sesuatu imbalan apapun kecuali ridha Allah dan tugas menyampaikan. Tugas menyampaikan dan mensyiarkan agama Allah adalah tugas setiap umat muslim, firman Allah dalam surat Al Hajj ayat 32 mengatakan : “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati”. Dan kita sendiri jangan merasa bosan-bosan untuk menengarkan para penceramah itu termasuk tholabul ilmi yang diwajibkan pada setiap muslim, walaupun ilmunya banyak. 2. Maka janganlah kamu berlama-lama dalam menasehati kaummu. Berilah nasehat singkat, padat, berisi dan yang penting tidak membosankan. 3. Dan ketahuilah bahwa hatimu itu ibarat sebuah bejana yang harus kamu rawat dan pelihara dari hal-hal yang bisa memecahkannya. Iman didalam hati belum tentu sudah kokoh tanpa djaga dan dirawat dan dipelihara karena lapisan luar hati masih dipenuhi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak ke arah perbuatan yang kurang baik. Maka dari itu waspadalah dalam menjaga hati jangan sampai hati terpengaruh dari hasutan syaitan yang cara penyusupan penyerangannya lewat hawa nafsu. Begitu hati sudah terkena pengaruh hawa nafsu pecahlah hati ini. Dan hati-hatilah dalam menjaganya. 4. Kurangilah usaha-usaha duniawimu dan buanglah jauh-jauh dibelakangmu, karena dunia ini bukanlah alam yang akan kamu tempati selamanya. Dunia yang kita tempati ini tidaklah selamanya kita tempati dan setelah selesai hidup kitapun pindah di alam lain, maka kumpulkan amal kebajikan untuk modal menuai di akhirat nanti. Jangan buang-buang tempo, tanamlah amalmu untuk menggapai kebahagiaan di alam akhirat, apabila tidak ditanami amal kebajikan apa yang diambil disana kita akan rugi di dunia dan di akhirat. Waktu kita di dunia hanya sebentar, tidaklah lama sebagaimana keterangan surat An Naziyat ayat 46 : “Pada hari mereka melihat hari kebangkitan itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) diwaktu sore atau di pagi hari”. 5. Kamu diciptakan adalah untuk mencari tabungan pahala-pahala akhirat nanti. Semua makhluk yang bernama manusia beramar ma’ruf nahi munkar. Mengerjakan amal yang baik untuk bekal di akhirat serta mencegah hal yang munkar untuk diri sendiri dan dilanjutkan kepada orang lain yang menjalani hal yang munkar yang dilarang. 6. Bersikap ikhlaslah dan bersabar hati menghadapi kemaksiatan yang dilakukan kaummu. Sabar dalam menghadapi kemaksiatan dilingkungannya, ini bukan berarti diam tetapi sabar dalam bentuk berusaha mencegah dan menggantikan dengan perbuatan yang baik. Apabila mengalami kesulitan, bersabarlah, mencari solusinya dan jalan keluar yang baik. 7. Hai Musa, tumpahkanlah seluruh pengetahuan (ilmu) mu, karena tempat yang kosong akan terisi oleh ilmu yang lain. Kewajiban manusia yang berilmu untuk membagi ilmunya kepada orang lain yang membutuhkan, bukan ilmu yang diberikan kepada orang lain itu habis tetapi malah sebaliknya justru bertambah banyak. Apa sebabnya?. Karena, ilmu yang kita berikan kepada orang lain dengan ikhlas dan ridha, Allah pun ridha menambah ilmu Nya kepada orang tersebut. 8. Janganlah kamu banyak mengomongkan ilmumu itu, karena akan dipisahkan oleh kaum ulama’. Membicarakan ilmu yang sudah dicapai dengan predikat ilmu mukasyafah dengan orang yang diluar kelompoknya yang masih dibawah jauh dari ilmu yang dicapai, maka akan terjadi kurang baik bagi dirinya juga bagi orang lain. Pendapat mengenai hal ini, Imam Al Ghozali mengatakan, Pengetahuan-pengetahuan yang begini yang hanya boleh dikemukakan melalui isyarat, tidak diperkenankan untuk diketahui setiap manusia. Begitulah halnya dengan orang yang berpengetahuan tersebut tersingkap padanya, dia tidak boleh mengungkapkannya kepada orang yang pengetahuan tersebut tidak tersingkap atasnya. (Sufi dari Z.Z. hal. 181). 9. Maka bersikaplah sederhana saja, sebab sederhana itu akan menghalangi aibmu dan akan membukakan taufiq hidayah Allah untukmu. Menjalani kehidupan dengan kesederhanaan ini berartisudah meninggalkan kehidupan keterikatan dengan keduniawian. Banyak tokoh-tokoh Sufi yang tadinya hidup dalam kemewahan ditinggalkannya untuk hidup dalam kesederhanaan. Dengan hidup sederhana hatinya tidak disibukkan dengan harta. Ibadah kepada Allah lebih tenang dan khusu’, dalam pendekatannya kepada Allah serasa tak mengalami kesulitan. 10. Berantaslah kejahilanmu dengan cara membuang sikap masa bodohmu (ketidak pedulian) yang selama ini menyelimutimu
Jumat, 24 September 2010
Tiga pesan Nabi Khidir a.s.
Jumat, 13 Agustus 2010
Jumlah rokaat sholat tarawih menurut madzab empat
Ada beberapa pendapat mengenai bilangan rakaat yang dilakukan kaum muslimin pada bulan Ramadhan sebagai berikut:
1. Madzhab Hanafi
Sebagaimana dikatakan Imam Hanafi dalam kitab Fathul Qadir bahwa disunnahkan kaum muslimin berkumpul pada bulan Ramadhan sesudah Isya', lalu mereka shalat bersama imamnya lima Tarawih (istirahat), setiap istirahat duasalam, atau dua istirahat mereka duduk sepanjang istirahat, kemudian mereka witir (ganjil).Walhasil, bahwa bilangan rakaatnya 20 rakaat selain witir jumlahnya 5 istirahat dan setiap istirahat dua salam dan setiap salam dua rakaat = 2 x 2 x 5 = 20 rakaat.
2. Madzhab Maliki
Dalam kitab Al-Mudawwanah al Kubro, Imam Malik berkata, Amir Mukminin mengutus utusan kepadaku dan dia ingin mengurangi Qiyam Ramadhan yang dilakukan umat di Madinah. Lalu Ibnu Qasim (perawi madzhab Malik) berkata "Tarawih itu 39 rakaat termasuk witir, 36 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir" lalu Imam Malikberkata "Maka saya melarangnya mengurangi dari itu sedikitpun". Aku berkata kepadanya, "inilah yang kudapati orang-orang melakukannya", yaitu perkara lama yang masih dilakukan umat.Dari kitab Al-muwaththa', dari Muhammad bin Yusuf dari al-Saib bin Yazid bahwa Imam Malik berkata, "Umar bin Khattab memerintahkan Ubay bin Ka'ab dan Tamim al-Dari untuk shalat bersama umat 11 rakaat". Dia berkata "bacaan surahnya panjang-panjang" sehingga kita terpaksa berpegangan tongkat karena lamanya berdiri dan kita baru selesai menjelang fajar menyingsing. Melalui Yazid bin Ruman dia berkata, "Orang-orang melakukan shalat pada masa Umar binal-Khattab di bulan Ramadhan 23 rakaat".
Imam Malik meriwayatkan juga melalui Yazid bin Khasifah dari al-Saib bin Yazid ialah 20 rakaat. Ini dilaksanakan tanpa witir. Juga diriwayatkan dari Imam Malik 46 rakaat 3 witir. Inilah yang masyhur dari Imam Malik.
3. Madzhab as-Syafi'i
Imam Syafi'i menjelaskan dalam kitabnya Al-Umm, "bahwa shalat malam bulan Ramadhan itu, secara sendirian itu lebih aku sukai, dan saya melihat umat di Madinah melaksanakan 39 rakaat, tetapi saya lebih suka 20 rakaat, karena itu diriwayatkan dari Umar bin al-Khattab. Demikian pula umat melakukannya di Makkah dan mereka witir 3 rakaat.Lalu beliau menjelaskan dalam Syarah al-Manhaj yang menjadi pegangan pengikut Syafi'iyah di Al-Azhar al-Syarif, Kairo Mesir bahwa shalat Tarawih dilakukan 20 rakaat dengan 10 salam dan witir 3 rakaat di setiap malam Ramadhan.
4. Madzhab Hanbali
Imam Hanbali menjelaskan dalam Al-Mughni suatu masalah, ia berkata, "shalat malam Ramadhan itu 20 rakaat, yakni shalat Tarawih", sampai mengatakan, "yang terpilih bagi Abu Abdillah (Ahmad Muhammad bin Hanbal)mengenai Tarawih adalah 20 rakaat".Menurut Imam Hanbali bahwa Khalifah Umar ra, setelah kaum muslimin dikumpulkan(berjamaah) bersama Ubay bin Ka'ab, dia shalat bersama mereka 20 rakaat. Danal-Hasan bercerita bahwa Umar mengumpulkan kaum muslimin melalui Ubay binKa'ab, lalu dia shalat bersama mereka 20 rakaat dan tidak memanjangkan shalat bersama mereka kecuali pada separo sisanya. Maka 10 hari terakhir Ubay tertinggal lalu shalat di rumahnya maka mereka mengatakan, "Ubay lari",diriwayatkan oleh Abu Dawud dan as-Saib bin Yazid.
Kesimpulan
Dari apa yang kami sebutkan itu kita tahu bahwa para ulama' dalam empat madzhab sepakat bahwa bilangan Tarawih 20 rakaat. Kecuali Imam Malik karena ia mengutamakan bilangan rakaatnya 36 rakaat atau 46 rakaat. Tetapi ini khusus untuk penduduk Madinah. Adapun selain penduduk Madinah, maka ia setuju dengan mereka juga bilangan rakaatnya 20 rakaat.Para ulama ini beralasan bahwa shahabat melakukan shalat pada masa khalifah Umar bin al-Khattab ra di bulan Ramadhan 20 rakaat atas perintah beliau. Juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang shahih dan lain-lainnya, dan disetujui oleh para shahabat serta terdengar diantara mereka ada yang menolak. Karenanya hal itu menjadi ijma', dan ijma' shahabat itu menjadi hujjah (alasan) yang pasti sebagaimana ditetapkan dalam Ushul al-Fiqh.
Selasa, 10 Agustus 2010
Tata cara sholat Tarawih dan witir ala Aswaja/Syafiiyah beserta do'anya
}كَيْفيَّةتراويح{
بلال بركات : صَلاَةَ التَّرَاوِيْحِ آجَرَكُمُ اللهْ .
جوابث : لاَاِلَهَ اِلاَّاللهْ مُحَمَّدٌرَسُوْلُ اللهْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .
سورهث : ركعةفرتام : اَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرْ ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : فَضْلٌ مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ .
جوابث : وَمَغْفِرَةٌوَرَحْمَةٌ يَاتَوَّابُ يَا وَاسِعَ اْلمَغْفِرَةِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
سورهث : ركعةفرتام : وَالْعَصْرِ ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : نبَِيُّكُمْ مُحَمَّدْ صَلُّوا عَلَيْهِ .
جوابث : اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ .
سورهث : ركعةفرتام : وَيْلٌ لِكُلِّ ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : فَضْلٌ مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ .
جوابث : وَمَغْفِرَةٌوَرَحْمَةٌ يَاتَوَّابُ يَا وَاسِعَ اْلمَغْفِرَةِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
سورهث : ركعةفرتام : اَلَمْ تَرَكَيْفَ ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : خَلِيْفَةٌرَسُوْلِ اللهِ سَيِّدُ ناَ اَبُوْبَكْرِاِلصِّدِّيْقُ تَرَضَّوْاعَنْهُ .
جوابث : رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَنَفَعَنَابِهِ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَاوَاْلآخِرَةِ .
سورهث : ركعةفرتام :ِلاِيْلاَفِ قُرَيْشٍ ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : فَضْلٌ مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ .
جوابث : وَمَغْفِرَةٌوَرَحْمَةٌ يَاتَوَّابُ يَا وَاسِعَ اْلمَغْفِرَةِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
سورهث : ركعةفرتام : اَرَاَيْتَالَّى ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : خَلِيْفَةٌرَسُوْلِ اللهِ سَيِّدُ ناَعُمَرُابْنُالْخَطَّابِ تَرَضَّوْاعَنْهُ .
جوابث : رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَنَفَعَنَابِهِ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَاوَاْلآخِرَةِ .
سورهث : ركعةفرتام : اِنَّا اَعْطَيْنَا ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : فَضْلٌ مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ .
جوابث : وَمَغْفِرَةٌوَرَحْمَةٌ يَاتَوَّابُ يَا وَاسِعَ اْلمَغْفِرَةِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
سورهث : ركعةفرتام : قُلْ يَآاَيُّهَااْلكَفِرُوْنَ ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : خَلِيْفَةٌرَسُوْلِ اللهِ سَيِّدُ ناَعُثْمَانُ ابْنُ عَفَّانْ تَرَضَّوْاعَنْهُ .
جوابث : رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَنَفَعَنَابِهِ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَاوَاْلآخِرَةِ .
سورهث : ركعةفرتام : اِذَاجَآءَنَصْرُاللهِ ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
بلال بركات : آخِرُالتُّرَاوِيحِ آجَرَكُمُ اللهُ .
جوابث : لاَاِلَهَ اِلاَّاللهْ مُحَمَّدٌرَسُوْلُ اللهْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .
بلالبركات : خَلِيْفَةٌرَسُوْلِ اللهِ سَيِّدُ ناَاَبُوْبَكْرِاِلصِّدِّيْقُ تَرَضَّوْاعَنْهُ .
جوابث : رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَنَفَعَنَابِهِ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَاوَاْلآخِرَةِ .
سورهث : ركعةفرتام :تَبَّتْ ركعةكدوا : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ
} إيْن دعاءتراويح {
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ , اَللَّهُمَ اجْعَلْنَا بِاْلاِيْمَانِ كَمِلِيْنَ , وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن . وَللِصَّلاَةِحَافِظِيْنَ , وَللِزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ , وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ , وَلِعَفْوِكَ رَاجِيِّنَ , وَبِاْلهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ , وَعَنِ اللَّغْوِمُعْرِضِيْنَ , وَفىِ الدُّنْيَازَاهِدِيْنَ , وَفىِ اْلاخِرَةِرَاغِبِيْنَ , وَبِالْقَضَاءِرَضِيْنَ , وَبِالنَّعْمَاءِشَاكِرِيْنَ , وَعَلىَ اْلبَلاَءِصَابِرِيْنَ , وَتَحْتَ لِوَءِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ , وَاِلىَ اْلحَوْضِ وَارِدِيْنَ , وَاِلىَ اْلجَنَّةِدَلخِلِيْنَ , وَمِنَ النَّارِنَاجِيْنَ , وَعَلَ سَرِيْرِاْلكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ , وَمِنْ حُوْرِاْلِعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ , وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاحٍ مُتَلَبِّسِيْنَ , وَمِنْ طَعَامِ اَلجَنَّةِ آ كِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًى شَارِبِيْنَ , بِاَكْواَبٍ وِّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن , مَحَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِْدِّ يْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّلِحِيْنَ , وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا , ذَلِكَ اْلَفَضْلُ مِنَ الله وَكَفىَ بِاللهِ عَلِيْم ً , اِنَّ الله وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيّ يَاَيُّهَاالَّذِ يْنَ اَمَّنُواصَلُّواعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمَا وَصَلَّى الله عَلَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَاْلحَمْدُ لله رَبِّالْعَالَمِيْن .
بلال بركات : صَلاَةُ اْلوِتْرِ آجَرَكُمُ اللهْ .
جوابث : لاَاِلَهَ اِلاَّاللهْ مُحَمَّدٌرَسُوْلُ اللهْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .
سورهث : ركعةفرتام : سَبِّحِ اسْمَ ركعةكدوا : قُلْ يَاَيُّهَااْلكَافِرُوْنَ
بلال بركات : اَوْتِرُوْاوَمَجِّدُوْاوَعَظِّمُوْاشَهْرَالصِّيَامِ رَحِمَكُمُ اللهُ .
جوابث : لاَاِلَهَ اِلاَّاللهْ مُحَمَّدٌرَسُوْلُ اللهْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .
سورهث : قُلْ هُوَاللهُ اَحَدْ , اَلْمُعَوِّذَتَيْنِ .
Do'a setelah sholat Dhuha
Doa Setelah Sholat Dhuha
Doa sesudah sholat dhuha
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
Sabtu, 07 Agustus 2010
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menyambut Ramadhan
Terjemah Qasidah Burdah Imam Al_Busyiri
TERJEMAHAN QASHIDAH BURDAH
Oleh: H. M. Masykuri Abdurrahman – Sidogiri Pasuruan
Bagian Pertama
BERCUMBU DAN PENGADUAN CINTA
- Apakah Karena Ingat Tetangga
Di Negeri Dzi Salam Sana
Engkau Deraikan Air Mata
Bercampur Darah Duka
- Ataukah Karena Hembusan Angin Terarah
Lurus Dari Jalan Kadhimah
Dan Kilatan Cahaya Gulita Malam
Dari Kedalaman Jurang Idham
- Kenapa Kedua Matamu Tetap Menetaskan Air Mata?
Padahal Engkau Telah Berusaha Membendungnya
Dan Kenapa Hatimu Senantiasa Gundah Gulana
Padahal Engkau Telah Menghiburnya
- Apakah Orang Yg Dimabuk Cinta Menyangka
Bahwa Api Cinta Dapat Ditutupi Nyalanya
Di Antara Tetesan Airmata
Dan Hati Yang Terbakar Membara
- Andaikan Tak Ada Cinta Yg Menggores Kalbu
Tak Mungkin Engkau Mencucurkan Air Matamu
Meratapi Puing-Puing Kenangan Masa Lalu
Berjaga Mengenang Pohon Ban Dan Gunung Yang Kau Rindu
- Bagaimana Kau dapat Mengingkari Cinta
Sedangkan Saksi Adil Telah Menyaksikannya
Berupa Deraian Air Mata
Dan Jatuh Sakit Amat Sengsara
- Duka Nestapa Telah Membentuk Dua Garisnya
Isak Tangis Dan Sakit Lemah Tak Berdaya
Bagai Mawar Kuning Dan Merah
Yang Melekat Pada Pipi Dua
- Memang Benar Bayangan Orang Yang Kucinta
Selalu Hadir Membangunkan Tidurku Untuk Terjaga
Dan Memang Cinta Sebagai Penghalang Bagi Siempunya
Antara Dirinya Dan Kelezatan Cinta Yang Berakhir Derita
- Wahai Pencaci Derita Cinta Udzrahku
Kata Maaf Kusampaikan Padamu
Aku Yakin Andai Kau Rasakan Derita Cinta Ini
Tak Mungkin Engkau Mencaci Maki
- Keadaanku Telah Sampai Padamu
Tiada Lagi Rahasiaku Yang Tersimpan Darimu
Dari Orang Yang Suka Mengadu Domba
Dan Derita Cintaku Tiada Kunjung Sirna
- Engkau Begitu Ikhlas Memberi Nasehat Diriku
Tetapi Aku Tak Mampu Mendengarkan Saran Itu
Karena Sesungguhnya Orang Yang Dimabuk Cinta
Tuli Dan Tak Menggubris Cacian Pencela
- Sungguh Aku Curiga Pada Uban Pemberi Saran
Curiga Pada Saran Yang Disampaikan
Padahal Uban Di Kepala Dalam Memberi Saran
Jauh Dari Hal-Hal Yang Mencurigakan
Bagian Kedua
PERINGATAN TENTANG BAHAYA HAWA NAFSU
- Sungguh Nafsu Marahku Pada Nasehat Tak Terima
Karena Berangkat Dari Ketidaktahuannya
Adanya Peringatan Berupa Uban Di Kepala
Dan Ketidakberdayaan Tubuh Akibat Umur Senja
- Nafsu Amarahku Tak Mau Bersiap-Siap Diri
Dengan Mengerjakan Amal Baik Yang Bernilai
Untuk Menyambut Kedatangan Tamu Yang Pasti
Tamu Yang Singgah Di Kepala Nan Tiada Malu Lagi
- Jikalau Aku Tahu
Bahwa Diriku Tak Dapat Menghormat Tamu
Maka Lebih Baik Kusembunyikan Diriku
Dengan Cara Menyemir Uban Dikepalaku
- Siapakah Gerangan?
Sanggup Mengendalikan Nafsuku Dari Kesesatan
Sebagaimana Kuda Liar Yang Terkendalikan
Dengan Tali Kekangan
- Jangan Kau Berharap Waktu Sesaat
Dapat Mematahkan Nafsu Dengan Maksiat
Karena Makanan Justeru Bisa Perkuat
Bagi Si Rakus Makanan Lezat
- Nafsu Itu Bagai Bayi
Bila Kau Biarkan Akan Tetap Menyusu Tiada Henti
Namun Bila Kau Sapih Itu Bayi
Maka Ia Akan Berhenti Sendiri
- Maka Palingkanlah Nafsumu Dari Kesenangan
Takutlah Jangan Sampai Ia Miliki Kekuasaan
Sesungguhnya Nafsu Jikalau Berkuasa
Maka Akan Membunuhmu Dan Membuatmu Cela
- Jagalah Hawa Nafsu
Ia Bagai Ternak Dalan Kebaikan
Jika Ia Merasa Nyaman Dalam Kebaikan Itu
Maka Tetap Jaga Dan Jangan Biarkan
- Betapa Banyak Kelezatan
Justeru Bagi Seseorang Membawa Kematian
Karena Tiadanya Pengertian
Bahwa Racun Tersimpan Dalam Makanan
- Waspadalah Diri
Terhadap Tipu Dayanya Lapar Dan Kenyang
Sebab Sering Terjadi
Rasa Lapar Lebih Daripada Kenyang
- Cucurkanlah Airmata
Dari Kelopak Mata Yang Penuh Noda Dosa
Tetap Dan Pelihara
Rasa Sesal Dan Kecewa
- Lawanlah Hawa Nafsu Dan Setan Durjana
Durhakalah Pada Keduanya
Jika Mereka Tulus Menasehati
Maka Engkau Harus Mencurigai
- Janganlah Engkau Taat Kepada Mereka Berdua
Baik Selaku Musuh Atau Selaku Hakim
Sebab Engkau Sudah Tahu Dengan Nyata
Bagaimana Tipu Dayanya Musuh Dan Hakim
- Kumohon Ampun Kepada Allah
Atas Ucapan Yang Tanpa Amaliah
Sungguh Hal Itu Kusamakan
Dengan Orang Mandul Tak Berketurunan
- Engkau Ku Perintah Lakukan Kebaikan
Namun Aku Sendiri Tak Mengerjakan
Maka Tiada Berguna Ucapanku Agar Kau Berlaku Lurus
Sedangkan Diriku Sendiri Tak Lurus
- Sebelum Mati Aku Tak Cari Perbekalan
Dengan Mengerjakan Ibadah Yang Disunatkan
Aku Tak Pernah Shalat Dan Puasa
Kecuali Ibadah Wajib Saja
Bagian Ketiga
PUJIAN KEPADA NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
- Kutinggalkan Sunnah Nabi
Nabi Yang Beribadah Saat Gulita Laili
Hingga Telapak Kaki
Sakit Membengkak Merintih
- Nabi Yang Karena Lapar
Mengikatkan Batu Pada Pusar
Dan Juga Dengan Batu
Mengganjal Perut Nan Halus Itu
- Gunung Emas Yang Mendulang Tinggi
Kendati Menawarkan Diri
Namun Ia Tolak Itu Permintaan
Dengan Bangga Perasaan
- Sungguh Menambah Kezuhudan
Butuh Harta Namun Tolak Permintaan
Sesungguhnya Butuh Harta Keduniaan
Tidaklah Merusak Nilai Kesucian
- Bagaimana Mungkin Nabi Nan Mulia
Tertarik Kepada Kemilau Dunia
Padahal Tanpa Wujudnya Baginda
Dunia Takkan Pernah Ada
- Nabi Muhammad Adalah Gusti
Baik Di Dunia Kini Atau Di Akhirat Nanti
Pemimpin Jin Dan Insani
Bangsa Arab Dan Ajami
- Nabi Kita Adalah Penganjur Kebaikan
Dan Pencegah Kemungkaran
Tak Seorangpun Lebih Baik Daripada Ia
Dalam Berkata Tidak Dan Ya
- Beliaulah Kasih Kinasih Allah Ta’ala
Yang Diharap Syafa’atnya
Dari Tiap Ketakutan
Dan Bahaya Yang Datang Menakutkan
- Beliau Mengajak Kepada Agama Allah Ta’ala
Orang Yang Berpegang Teguh Padanya
Berarti Ia Berpegang Pada Tali
Tali Yang Takkan Putus Secara Pasti
- Beliau Mengungguli Para Nabi
Baik Bentuk Tubuh Ataupun Budi
Mereka Takkan Menyamai
Dalam Ilmu Atau Kemulian Nabi
- Semua Para Nabi Meminta
Dari Diri Rasul Allah Ta’ala
Seciduk Lautan Ilmunya
Dan Setetes Hujan Kesantunannya
- Berdirilah Mereka Anbiya
Disisi Nabi Pada Puncak Mereka
Mengharap Setitik Ilmu
Dan Seharakat Hikmah Beliau
- Dialah Nabi Yang Sempurna
Baik Batin Atau Lahirnya
Terpilih Sebagai Kekasih Allah Ta’ala
Pencipta Manusia
- Dia Sang Nabi Tersuci Dari Persamaan
Dalam Segala Kebaikan
Inti Kebaikan Pada Diri Nabi
Tak Mungkin Terbagi
- Tinggalkan Tuduhan Orang Nasrani
Tuduhan Yang Dilontarkan Kepada Nabi Mereka
Tetapkanlah Untaian Puji Kepada Nabi
Pujian Apapun Yang Engkau Suka
- Nisbahkan Kepada Zat Nabi
Segala Kemulian Yang Engkau Kehendaki
Nisbahkan Kepada Martabat Nabi
Segala Keagungan Yang Engkau Kehendaki
- Karena Keutamaan Rasul Allah Ta’ala
Tiada Tepi Batasnya
Sehingga Mengurai Mudah Terasa
Bagi Lisan Yang Berkata
- Bila Keagungan Mukjizat Baginda
Sama Dengan Ketinggian Derajatnya
Maka Sebutan Namanya
Dapat Hidupkan Orang Yang Hancur Tulangnya
- Nabi Tidaklah Menguji Kita
Dengan Apa Yang Tak Terjangkau Akal Manusia
Karena Sangat Cintanya Kita Beroleh Cahaya
Hingga Tiada Ragu Bimbang Pada Apa Yang Ia Bawa
- Seluruh Makhluk Tiada Akan Mampu
Memahami Hakikat Nabi
Takkan Melihat Dari Dekat Atau Jauh
Kecuali Lemah Tak Berdaya Berdiam Diri
- Ia Bagaikan Matahari Dari Jauh
Tampak Kecil Pada Kedua Mata
Padahal Mata Tiada Kan Mampu
Bila Berdekatan Dengannya
- Bagaimana Kaum Ketahui Hakikat Nabi
Semasa Dalam Dunia Ini
Sedangkan Mereka Lega Jumpa Nabi
Walau Dalam Sekilas Mimpi
- Puncak Pengetahuan Tentang Nabi
Bahwa Ia Adalah Manusia
Dan Bahwasanya Nabi
Sebaik Baik Makhluk Semuanya
- Semua Mukjizat Yang Datang Tiba
Dibawa Para Rasul Mulia
Hanyalah Pancaran Nur Rasul Allah Ta’ala
Nur Yang Melekat Kepada Mereka
- Dalam Keutamaan Nabi Bak Sang Surya
Sedang Para Nabi Bintang Gemintangnya
Bintang Pantulkan Sinar Surya Kepada Manusia
Dalam Suasana Gelap Gulita
- Alangkah Mulia Pribadi Nabi
Terhias Budi Pekerti
Keindahan Yang Dimiliki
Paras Wajahnya Tampak Berseri
- Kehalusannya Bagai Bunga
Kemuliaannya Bagai Purnama
Kedermawanannya Bagai Samudera
Cita-Citanya Bagai Perjalanan Masa
- Seakan-Akan Beliau Nabi
Orang Yang Menyendiri
Di Antara Para Pasukan Dan Pelayan Kala Kau Jumpa
Karena Dampak Keagungannya
- Bagaikan Mutiara
Yangtersimpan Dalam Kerangnya
Dikeluarkan Dari Dua Tambangnya
Yaitu Ucapan Dan Senyumnya
- Tiada Keharuman Melebihi Tanah Buana
Tanah Yang Mengubur Jasadnya
Betapa Bahagia
Orang Yang Mencium Dan Mengecupnya
Bagian Keempat
KELAHIRAN NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
- Kelahiran Sang Nabi
Menampakkan Kesucian Diri
Alangkah Indah Permulaannya
Juga Indah Penghabisannya
- Hari Kelahiran Baginda
Saat Ada Firasat Bangsa Persia
Bahwa Ada Peringatan Kepada Mereka
Datangnya Bencana Dan Siksa
- Saat Menjelang Malam Tiba
Istana Kisra Hancur Terbelah
Sebagaimana Kumpulan Sahabat Kisra
Tiada Menyatu Terpecah Belah
- Api Sesembahan Padam
Karena Duka Yang Mencekam
Sungai Eufrat Tak Mengalir Muram
Karena Susah Yang Amat Dalam
- Penduduk Negeri Sawah Resah Duka
Saat Danaunya Kering Keronta
Pengambil Air Kembali Dengan Tangan Hampa
Kecewa Ketika Terjerat Rasa Dahaga
- Seakan Akan Pada Api Nan Membara
Terdapat Cairan Air Karena Duka
Dan Pada Air Nan Sejuk Segar
Terdapat Api Yang Membakar
- Para Jin Menjerit Suara
Cahaya Membumbung Ke Angkasa
Kebenaran Tampak Nyata
Dari Makna Maupun Kata
- Mereka Buta Dan Tuli Tak Dengar
Hingga Kabar Gembira Tiada Didengar
Begitu Juga Kilatan Peringatan
Sama Sekali Tak Terhiraukan
- Para Dukun Mereka
Telah Kabarkan Berita
Bahwa Agama Mereka
Bengkok Tak Bertahan Lama
- Setelah Mereka Menyaksikan
Bintang – Bintang Di Ufuk Berjatuhan
Bersamaan Di Bumi Ada Kejadian
Berhala- Berhala Runtuh Bergelimpangan
- Hingga Lenyap Syetan Berlari
Dari Pintu Langit Jalan Wahyu Ilahi
Mereka Lari Mengikuti
Syetan Nan Berlari Tak Henti
- Seakan – Akan Syetan Yang Berlari Duka
Laksana Prajurit Raja Abrahah
Atau Laksana Kumpulan Tentara
Terlempari Kerikil Tangan Rasulullah
- Batu Yang Nabi Lemparkan
Setelah Bertasbih Dalam Genggaman
Bak Terlemparnya Nabi Yunus
Dari Telanan Perut Ikan Paus
Bagian Kelima
MUKJIZAT NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
- Pepohonan Datang Memenuhi Panggilannya
Dengan Sikap Tunduk Sopan
Berjalan Menghadap Kepadanya
Dengan Batang Tanpa Telapak Terciptakan
- Seakan – Akan Itu Pepohonan
Tuliskan Sebuah Lukisan
Lukisan Indah Menawan
Ditulis Dahan Ditengah Jalan
- Sebagaimana Gumpalan Awan
Ke Mana Saja Nabi Pergi
Ia Sebagai Payung Perlindungan
Dari Sengatan Panas Mentari Siang Hari
- Aku Bersumpah
Demi Penguasa Rembulan Nan Pecah
Sesungguhnya Hati Nabi Nan Terbelah
Bak Bulan Yang Dibelah
- Dalam Gua Tsur Nabi Bersembunyi
Abu Bakar Sahabat Yang Menyertai
Semua Mata Kafir Jadi Buta
Tak Dapat Melihat Orang Dua
- Nabi Dan Abu Bakar Terpecaya
Keduanya Berada Dalam Gua
Mereka Kafir Berkata
Tak Seorang Pun Dalam Gua
- Mereka Menduga
Merpati Takkan Berputar Sekitar Gua
Laba Laba Takkan Bersarang Di Mulut Gua
Jika Sebaik – Baik Makhluk Di Dalamnya
- Perlindungan Allah Rabbi
Tiada Butuh Lagi
Pada Baju Berlapis Besi
Dan Benteng Benteng Nan Tinggi
- Tak Pernah Roda Masa Menganiaya
Lalu Ku Mohon Bantuan Baginda
Kecuali Ku Dapatkan Pertolongannya
Tanpa Rasa Hina Dina
- Tak Pernah Kupinta Dari Nabi
Kekayaan Dunia Dan Akhirat Nanti
Kecuali Ku Dapatkan Pemberian
Dan Sebaik – Baik Orang Yang Dapat Penyerahan
- Janganlah Kau Ingkari
Wahyu Yang Didapat Dalam Mimpi
Karena Beliau Memiliki Hati
Tak Pernah Tidur Walau Dua Mata Tertutup Rapi
- Demikian Itu Terjadi
Tatkala Beliau Diangkat Menjadi Nabi
Maka Tak Perlu Diingkari
Keadaan Nabi Yang Bermimpi
- Allah Maha Suci
Wahyu Tiada Dapat Dicari
Tak Ada Seorang Nabi
Dalam Berita Ghaibnya Dicurigai
- Betapa Banyak Orang Sakit Sembuh
Ketika Telapak Tangannya Menyentuh
Dan Menyelamatkan Orang Yang Butuh
Dari Tali Gila Yang Terus Kambuh
- Doa Nabi Dapat Hidupkan
Tahun Kering Nan Tiada Hujan
Hingga Bak Titik Putih Di Muka
Dalam Lipatan Hitamnya Masa
- Dengan Awan Yang Hujannya Deras
Hingga Kau Duga Jurang Nan Luas
Air Mengalir Dari Samudera
Atau Mengalir Dari Lembah Yang Menganga
Bagian Keenam
KEMULIAAN AL-QURAN AL-KARIM DAN PUJIAN TERHADAPNYA
- Biarkan Aku Mengurai
Mukjizat Yang Tampak Pada Nabi
Tampak Bagai Api Jamuan Malam Hari
Di Atas Gunung Menjulang Tinggi
- Mutiara Bertambah Indah Anggun
Bila Ia Rapi Tersusun
Nilainya Tak Berkurang Sedikitpun
Walau Tak Tersusun
- Maka Apakah Yang Menyampaikan
Angan – Angan Orang Yang Memuji
Pada Akhlak Mulia Nabi Pilihan
Dan Sifat Sifat Terpatri Pada Nabi
- Ayat- Ayat Al-Quran
Adalah Dari Tuhan Nan Rahman
Baru Turunnya, Terdahulu Maknanya
Dan Sifat DZat Yang Bersifat Qidam Punya
- Ayat – Ayat Al-Quran
Tak Bersamaan Denga Zaman
Dan Ia Pada Kita Telah Kabarkan
Tentang Akhirat, Kaum `Ad Dan Kota Iram
- Ayat Ayat Ilahi
Disisi Kita Kekal Abadi
Mengungguli Mukjizat Para Nabi
Mukjizat Yang Datang Tiada Lestari
- Sungguh Kokoh Itu Al-Quran
Tak Tinggalkan Keserupaan
Bagi Yang Punya Perselisihan
Dan Tak Usah Cari Hakim Kebenaran
- Sama Sekali Al-Quran Takkan Ditentang
Kecuali Akan Kembali Dari Medan Perang
Musuh Yang Sangat Hebat Dan Pasrah
Dalam Keadaan Tunduk Dan Pasrah
- Keindahan Sastranya
Menaklukkan Penentangnya
Bagai Pencemburu Membela Keluarganya
Dari Tangan Jahil Yang Menjamahnya
- Bagi Al-Quran Berlimpah Banyak Makna
Bertambah Tambah Bak Ombak Samudera
Keindahan Dan Nilainya
Melebihi Mutira Samudera
- Keajaiban Ayat Ayat Al-Quran
Tak Bisa Dibatasi Hitungan
Maknanya Nan Banyak Bertebaran
Sama Sekali Tak Membosankan
- Sejuklah Mata Pembacanya
Lalu Kukatakan Padanya
Sungguh Anda Telah Beroleh Bahagia
Berpeganglah Selalu Pada Tali Allah Ta`ala
- Jika Karena Takut Kau Membacanya
Dari Panas Neraka Ladha
Maka Kau Padamkan Panasnya
Karena Kesejukan Airnya
- Al-Quran Laksana Telaga
Dapat Putihkan Wajah
Wajah Para Pendosa
Wajah Nan Hitam Arang Tak Cerah
- Al-Quran Tegak Bak Lurusnya Jalan
Laksana Keadilan Timbangan
Keadilan Selain Al-Quran Di Kalangan Manusia
Tiada Yang Langgeng Bertahan Lama
- Jangan Heran Pada Pendengki
Yang Berusaha Mengingkari
Pura Pura Bodoh Diri
Padahal Ia Cerdas Dan Memahami
- Terkadang Mata Sakit Mengingkari
Pada Sinar Matahari
Segar Air Tekadang Mulut Pungkiri
Karena Sakit Yang Menyilimuti
Bagian Ketujuh
ISRA’ MI’RAJ NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
- Wahai Sebaik – Baiknya Manusia
Para Pencari Kebaikan Menuju Kediamannya
Dengan Berjalan Kaki
Atau Unta Yang Cepat Berlari
- Wahai Nabi Nan Jadi Pertanda Besar
Bagi Pencari I`tibar
Duhai Nabi Nan Sebagai Nikmat Agung
Bagi Orang Yang Ingin Beruntung
- Dikala Malam Engkau Berjalan
Dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsha
Bagai Purnama Yang Berjalan
Menembus Malam Gulita
- Dan Engkau Terus Meninggi
Hingga Suatu Tempat Engkau Gapai
Yaitu Tempat Sekira – Kira Busur Dua
Tak Bisa Dicapai Dan Diasa
- Para Nabi Dan Utusan
Mempersilahkan Anda Di Depan
Laksana Penghormatan Pelayan
Kepada Sang Majikan
- Engkau Tembus Langit Tujuh Petala
Bersama Para Rasul Dan Anbiya’
Dalam Kumpulan Malaikat Allah Ta`ala
Engkaulah Menjadi Pemimpinnya
- Hingga Tak Satu Puncak Kau Sisai
Bagi Orang Yang Ingin Mendahului
Tempat Dekat Dan Tempat Tinggi
Bagi Pencari Derajat Tinggi
- Dibandingkan Dengan Derajatmu
Derajat Jadi Rendah Semua
Karena Dengan Khusus Dipanggil Namamu
Bak Mufrad `Alam Dalam Kekhususannya
- Agar Kau Peroleh Hubungan Sempurna
Tertutup Dari Pandangan Mata
Dan Rahasia Nan Tiada Terbuka
Tersimpan Dari Makhluk Tercipta
- Kau Kumpulkan Semua Kebanggaan
Keutamaan Nan Tak Terbagi
Kau Lewati Setiap Derajat Ketinggian
Derajat Nan Tak Terdesaki
- Sungguh Agung Nilainya
Derajat Yang Kau Dapati
Sungguh Jarang Lagi Langka
Dapatkan Nikmat Yang Engkau Diberi
- Kabar Gembira
Wahai Golongan Umat Islam
Bagi Kita Tiang Kokoh Jaya
Takkan Roboh Padam
- Tatkala Allah Panggil Nabi Pengajak Kita
Karena Ketaatannya Kepada Allah
Dengan Panggilan Rasul Termulia
Maka Jadilah Kita Umat Yang Paling Mulia
Bagian Kedelapan
PERJUANGAN NABI Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
- Berita Kenabian
Jadiakan Hati Musuh Gentar Ketakutan
Bak Lolongan Srigala
Takutkan Kambing Nan Lupa
- Nabi Tiada Henti Musuh Dilawan
Dalam Setiap Medan Pertempuran
Hingga Daging Mereka Bertumpukan
Laksana Daging Di Tempat Pemotongan
- Mereka Ingin Lari
Hampir Saja Mereka Berharap Diri
Anggota Badan Nan Hancur Menjauhi
Terbang Bersama Burung Rakhmah Dan Rajawali
- Siang Malam Berlalu
Hitungannya Mereka Tak Tahu
Selagi Siang Malam Tak Berada
Dalam Bulan – Bulan Nan Mulia
- Islam Datang Bagai Tamu Undangan
Singgah Di Halaman Sahabat Nabi
Bersama Orang – Orang Jantan
Yang Sangat Ingin Membunuh Musuh Islami
- Ia Membawa Lautan Pasukan
Diatas Kuda Yang Berenang Jaya
Membawa Para Pemberani Lagi Jantan
Bagai Debur Ombak Samudera
- Setiap Orang Yang Penuhi Panggilan Allah
Dan Mengharap Pahala Di Sisi Allah
Menyerang Akar Kekufuran
Dengan Pedang Pembasmi Memusnahkan
- Berkat Kegigihan Para Ksatria
Hingga Jadilah Islam Agama
Setelah Terasing Jauh Dari Pemeluknya
Terjalin Erat Hubungan Keluarga
- Islam Terjamin Selamanya
Dari Mereka Dengan Sebaik-Baik Aba
Dan Sebaik-Baik Suami Tercinta
Mereka Takkan Jadi Yatim Dan Janda
- Mereka Ksatria Bak Gunung Nan Kokoh Kuat
Maka Tanyakan Lawan Tentang Hebatnya Gempuran
Apa Yang Mereka Lihat
Dalam Setiap Medan Peperangan?
- Coba Kau Tanyakan
Hunain, Badar Dan Uhud Sebagai Ajang Peristiwa
Semuanya Tempat Macam Kematian
Terasa Lebih Ganas Dari Wabah Kolera
- Pedang Mereka Nan Putih Berkilauan
Kembali Menjadi Merah Padam
Setelah Banyak Memenggal Leher Lawan
Hitam Sehitam Rambut Nan Kelam
- Dengan Kayu Khat Sebagai Tombak Senjata
Mereka Tusukkan Pada Para Musuh
Tombak Pena Takkan Tinggalkan Sisa
Daging Terkoyak Dari Tubuh
- Para Tentara Nan Tajam Senjatanya
Miliki Tanda Pembeda
Bak Mawar Nan Mempesona
Dengan Pohon Salam Ada Tanda Pembeda
- Angin Kemenangan Kirimkan Padamu
Semerbak Keharuman Tentara
Hingga Bunga Di Kelopak Tersangka Olehmu
Tentara Nan Gagah Perkasa
- Seakan – Akan Mereka Dipunggung Kuda
Laksana Pepohonan Di Bukit Tinggi
Karena Kuatnya Kemantapan Belaka
Bukan Karena Kuatnya Tali
- Hati Para Musuh Goncang Duka
Karena Takut Serangan Dahsyat Para Ksatria
Maka Tak Dapat Bedakan Antara Kumpulan Anak Domba
Dan Sekelompok Pemberani Perkasa
- Barangsiapa Meraih Kemenangan
Sebab Rasulullah Nabi Pilihan
Bila Singa Di Rimba Menjumpainya
Maka Akan Diam Tunduk Padanya
- Tak Kau Lihat Kekasih Beriman
Kecuali Beroleh Kemenangan
Dan Tak Kau Lihat Musuh Nabi Utusan
Kecuali Mendapat Kekalahan
- Nabi Tempatkan Umatnya
Dalam Benteng Agamanya
Bak Singa Tempatkan Anak – Anaknya
Dalam Hutan Belantara
- Seringkali Kitab Suci Al-Quran
Jatuhkan Musuh Dalam Perdebatan
Dan Telah Banyak Dalil – Dalil Pasti
Kalahkan Musuh – Musuh Sejati
- Cukup Bagimu Sebagai Mukjizat
Ilmu Nabi Nan Ummi Lahir Di Zaman Kebodohan
Dan Cukup Bagimu Sebagai Mukjizat
Adab Nabi Nan Yatim Tanpa Guru Pendidikan
Bagian Kesembilan
TAWASSUL
- Kupuja Nabi Dengan Pujian Kumohon Adanya Pengampunan Dosa –Dosa Hidup Yang Terlewatkan Dalam Bersyair Dan Pujian
- Keduanya Mengalungi Diriku Sesuatu Yang Menakutkan Akibatnya Dengan Dua Perkara Itu Seakan Akan Diriku Hewan Sembelihan Berupa Unta
- Kuturuti Bujuk Rayu Masa Muda Dalam Bersyair Dan Memuja Tak Ada Yang Ku Dapatkan Kecuali Dosa Dan Penyesalan
- Alangkah Ruginya Jiwa Dalam Perdagangannya Tak Pernah Beli Agama Dengan Dunia Dan Pernah Menawarnya
- Barangsiapa Menjual Akhirat Dengan Dunia Kebahagian Sesaat Maka Nyata Baginya Kerugian Dalam Jual Beli Dan Akad Pesan
- Jika Dosa Kulakukan Janjiku Pada Nabi Tidaklah Terputuskan Dan Juga Tali Hubungan Takkan Terputuskan
- Sesungguhnya Ku Punya Jaminan Namaku Muhammad Sesuai Dengan Nabi Nabi Lebih Sempurnanya Makhluk Ciptaan Dalam Menepati Janji
- Jika Di Akhirat Nabi Tak Ulurkan Tangan
Menolongku Sebagai Fadhal Keutamaan
Maka Sampaikanlah Kata
“Wahai Orang Yang Tergelincir Kakinya”
- Maha Suci Allah Ta`ala Nabi Tak Tolak Pengharap Syafaatnya Atau Tetangga Tak Kembali Darinya Tanpa Dihormat Dan Dimulia
- Sejak Kucurahkan Segala Pikiran Untuk Memberikan Aneka Pujian Maka Untuk Keselamatanku Nabi Kudapatkan Sebaik Baik Pemberi Jaminan
- Pemberian Nabi Takkan Luputkan Setiap Tangan Yang Membutuhkan Sesengguhnya Hujan Akan Menghidupi Bunga – Bunga Di Bukit Tinggi
- Aku Tidaklah Mengharapkan Dunia Yang Penuh Kenikmatan Seperti Yang Zuhair Petik Dengan Tangannya Atas Raja Haram Yang Ia Puja
Bagian Kesepuluh
BERMUNAJAT DAN MEMINTA HAJAT
- Wahai Makhluk Termulia Tiada Orang Tempat Perlindungan Beta Selain Engkau Baginda Kala Huru Hara Kiamat Melanda Semua Manusia
- Wahai Rasul Allah Ta`ala Keagunganmu Tiada Sempit Karena Beta Tatkala Dzat Yang Mulia Bersifat Dengan Nama Dzat Penyiksa
- Di Antara Kemurahanmu Adalah Dunia Dan Akhirat Baqa Dan Diantara Ilmumu Adalah Ilmu Lauh Mahfudh Dan Qalam Pena
- Wahai Jiwa Janganlah Putus Asa Karena Dosa Besar Yang Telah Dilakukan Dalam Ampunan Allah Ta`ala Dosa Besar Seperti Kecil Dan Ringan
- Semoga Rahmat Allah Rabbi Ketika Dibagi Bagi Datang Dalam Pembagian Sesuai Dengan Nilai Kedurhakaan
- Ya Allah Jadikanlah Harapanku Tak Berbeda Dengan Apa Yang Ada Disisi-Mu Dan Jadikanlah Keyakinanku Tiada Putus – Putus Kepada-Mu
- Ya Allah Kasihanilah Hamba-Mu Ini Dalam Dunia Dan Akhirat Nanti Sesungguhnya Ia Punya Kesabaran Jika Bencana Menimpa Lari Tak Tahan
- Ya Allah Curahkan Awan Shalawat-Mu Abadi Tak Terbatas Kepada Junjungan Nabi-Mu Bagai Hujan Mengalir Deras
- Selagi Angin Timur Masih Mendoyongkan Dahan – Dahan Pohon Ban Dan Selagi Pengembala Unta Senangkan Unta Dengan Merdu Suara
- Kemudian Ridha Allah Semoga Tetap Tercurah Ruah Untuk Abu Bakar, Umar, `Ali Dan Utsman Shahabat –Shahabat Yang Memiliki Kemuliaan
- Juga Keluarga Dan Shahabatnya Kemudian Para Tabi`in Dan Pengikutnya Mereka Ahli Taqwa Dan Kesucian Bersifat Penyantun Dan Dermawan
- Ya Allah Dengan Berkah Nabi Al-Musthafa Sampaikan Kami Kepada Segala Cita Dan Ampunlah Segala Dosa Kami Yang Terlewat Masa Wahai Dzat Yang Luas Kemurahan-Nya
- Ampunilah Wahai Tuhan Beta Dosa – Dosa Muslim Semua Berkat Qur-an Yang Mereka Baca Di Masjidil Haram Dan Aqsha
- Dengan Keagungan Nabi Yang Tinggal Di Tanah Suci Namanya Menjadi Sumpah Paling Agungnya Sumpah
- Inilah Burdah Al – Mukhtar Sang Nabi Telah Sampai Pada Penghabisan Allah Pemilik Segala Puji Dari Permulaan Sampai Penghabisan
- Bait- Bait Qashidah Burdah Sebanyak Seratus Enam Puluh Buah Berkat Burdah Lapangkan Segala Duka Cita Wahai Dzat Yang Maha Luas Kemurahan-Nya
***TamaT***
Footnote
- Qashidah Burdah Karya Abu ‘Abdillah Syarafuddin Abi ‘Abdillah Muhammad Bin Khammad Ad-Dalashi As-Shanhja As-Syadzili Al-Bushairi. Burdah Adalah Selendang Hitam Pemberian Rasulullah Kepada Ka’ab bin Zuhairi Sebagai Cendera Mata Atas Sajak Dan Sya’irnya. Ka’ab Bin Zuhairi Pada Mulanya Adalah Kafir Penentang Dakwah Rasulullah, Akhirnya Beliau Masuk Islam Dan Manggubah Sajak Dan Sya’irnya Untuk Rasulullah. Di Antara Sya’irnya Adalah Sebagai Berikut: “Kudengar Kabar, Rasulullah Berjanji Padaku, Dan Ampunan Itu, Sungguh Jadi Tumpuan Harapanku.”
- Dzi Salam : Satu Tempat Antara Mekkah Dan Madinah
- Khadimah : Nama Suatu Jalan Menuju Mekkah
- Idham : Nama Jurang Di Madinah
- Udzrah : Suatu Golongan Yang Pemudanya Terkenal Memiliki Cinta Yang Sempurna Dan Sejati, Begitu Juga Pemudinya Termasyhur Menjaga Terhadap Bunga Cinta Yang Telah Didapat.
- Zuhair : Seorang Penyair Terkenal Di Zaman Jahiliyah.
- Haram : Bin Sanan Adalah Seorang Raja Arab Yang Sangat Pemurah Dan Pernah Memberikan Pemberian Yang Melimpah Luar Biasa Kepada Zuhair. Diantara Syair Pujaan Zuhair Yang Diberikan Kepada Raja Haram Adalah:
- Berhentilah Kau Didesa, Yang Tak Terhapus Telapak Kaki Dua, Bahkan Akan Mengubahnya, Hembusan Angin Dan Air Yang Menghujaninya.
- Sesungguhnya Si Bakhil Itu Tercela, Dimanapun Berada, Tetapi Si Pemurah Harta, Atas Penyakitnya Lemah Tak Berdaya.
- Dialah Si Pemurah Harta, Yang Telah Berikan Barang Miliknya, Dengan Sendirinya Ia Teraniaya, Kadang – Kadang Tersiksa.
- Jika Sang Kekasih Mendatanginya, Dihari Makmur Sentosa, Maka Ia Berkata, Hartaku Tak Haram Dan Ada.